Lima Hal yang Harus Diperhatikan Saat Akan Membeli Properti di Masa Pandemi



KANALSATU - Sama seperti sektor ekonomi lainnya, pasar properti menunjukkan kelesuan di masa pandemi Covid-19. Namun demikian, tidak sedikit pakar yang justru mengatakan bahwa inilah saat yang pas untuk berinvestasi di sektor properti.

Besarnya kebutuhan akan hunian yang tidak berimbang dengan ketersediaan membuat nilai investasinya sering mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Namun konsumen perlu berhati-hati dan jeli untuk melakukan transaksi guna memastikan kemanan diri dan investasi yang bakal digelontorkan.

 “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan berinvestasi di sektor properti selama masa pandemi,” ujar Marketing Manager PT Jawa Nusa Wahana – Pantai Mentari dan Bukit Mentari Brayu, Totok Yulianto dalam acara Online Solution Seminar (OSS) yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) jatim bersama Aptiknas, AREBI dan Kadin Instritute, Surabaya, Jumat (26/6/2020)

Pertama adalah konsumen harus memeriksa legalitas developer yang menjual produk properti yang diinginkan, mulai dari legalitas perizinan, sertifikat tanah, hingga kualitas bangunan. Ini harus dilakukan agar konsumen tidak kecewa.

Kedua, konsumen harus mencari developer yang fleksible dalam bernegosiasi. Ini menjadi penting karena di saat pandemi, banyak konsumen yang terdampak.

“Sementara investor atau konsumen juga hampir seluruhnya terimbas sehingga butuh fleksibilitas developer untuk melakukan negosiasi,” tambahnya.

Tips ketiga adalah dengan membeli rumah yang ready stock atau rumah siap huni. Dengan membeli rumah siap huni, konsumen akan langsung bisa memanfaatkan produk properti yang dibeli. Bisa untuk ditinggali, dibuat rumah produksi dan usaha atau disewakan.

“Selain itu, dengan rumah ready stock, konsumen bisa langsung merasakan, tidak hanya membayangkan,” ujar Totok.

Tips keempat, konsumen harus memilih developer yang memiliki layanan online. Karena dalam masa pandemi, masyarakat diwajibkan untuk mematuhi protocol Covid-19 dengan tetap memperhatikan social distencing dan physical distancing.

“Sehingga transaksi yang dilakukan konsumen tidak harus dengan tatap muka. Jika developer meiliki layanan online, maka transaksi bisa dilakukan secara online. Show unit juga bisa dilakukan melalui virtual untuk meminimalisir pertemuan fisik guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Dan tips ke lima adalah memilih developer dengan layanan KPR yang juga bisa dilakukan secara online. Sehingga nasabah bisa menyerahkan berkas yang dibutuhkan hanya lewat email dan tidak harus menyerahkan fisiknya. (KS-5)
Komentar