Nelayan Muncar Berharap Pelatihan Pengolahan Hasil Laut

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kiri) saat mengunjungi nelayan di Muncar, Banyuwangi.

KANALSATU - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terhentinya seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nelayan dan UMKM kelautan di sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur, salah satunya di Muncar Banyuwangi. Nelayan mengeluh penghasilannya menurun drastis sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

Hasil tangkapan tak lagi bisa disetor ke pengepul karena mandegnya aktivitas ekspor perikanan ke sejumlah negara.

Kondisi tersebut juga diperparah oleh situasi alam yang kurang mendukung dalam Minggu-Minggu ini. Ombak besar yang kerap datang menyebabkan nelayan tidak berani melaut sehingga praktis penghasilan mereka terpangkas jauh.

"Saat ini alam kurang mendukung. Kami kalau melaut, sering ombak besar. Pendapatan menjadi kian susut. Dulu biasanya tiap hari dapat Rp 200 ribu, sekarang jauh lebih sedikit. Pandemi Covid juga menyebabkan hasil tangkapan kami tidak laku," keluh Jumangin saat ditemui Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi Ali Mustofa, Minggu (31/5/2020).

Hal yang sama juga diungkapkam oleh Popong dan Sulaiman. Untuk menyiasatinya, mereka mengolah hasil laut tersebut untuk dijadikan produk olahan perikanan. Misalnya kerang dan ikan dijadikan kerupuk atau sarden. Hanya saja, karena proses produksinya tradisional dan pengemasannya pun sangat sederhana, maka hasilnya tidak maksimal.

"Kami berharap mendapatkan pelatihan pengelolaan dan pengemasan.Kalau ada pelatihan kami yakin hasil produksi kami kian bagus dan harganya bisa naik," ujar Sulaiman.

Popong, salah satu nelayan di Muncar juga berharap adanya asuransi nelayan dan bantuan alat tangkap. Selain itu, mereka juga mengeluhkan kondisi dermaga nelayan yang kurang layak. Mereka berharap adanya perbaikan dermaga sandar perahu nelayan tradisional.

Menanggapi keluhan nelayan dan UMKM Muncar tersebut, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berjanji akan mengomunikasikannya dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk segera memfasilitasi aspirasi tersebut.

Dalam kunjungan itu, mantan Ketua Umum Kadin Jatim ini juga berkesempatan menyerahkan bantuan APD ke dua Rumah Sakit, yaitu RSUD Jember di Kecamatan Genteng dan RS NU di Banyuwangi. (KS-5)
Komentar