Mei Diprediksi Jadi Puncak Pandemi Covid-19 di Jatim

Koordinator Satgas Percepatan Penangan COVID-19 Jatim, Heru Tjahjono
KANALSATU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur (Jatim) memprediksi Bulan Mei menjadi puncak penyebaran pandemi COVID-19. Ini ditandai dengan masih banyaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Beberapa daerah yang menjadi episentrum terus melakukan rapid test dan tracing terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi penularan. Pada Senin (18/5/2020), di Jatim terjadi penambahan 131 kasus terkonfirmasi positif.

Rinciannya, Surabaya 52, Sidoarjo 35, Tulungagung 14, Gresik 8, Bojonegoro 7, Ponorogo 4, Kab Kediri 4, Kab Sampang 1, Kab Pasuruan 1, Kota Pasuruan 1, Kota Malang 1, Kota Madiun 1, Lamongan 1 dan Jombang 1 kasus.

Koordinator Satgas Percepatan Penangan COVID-19 Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, pelaksanaan rapid test di wilayah Surabaya Raya makin digencarkan. Sehingga secara otomatis jumlah kasus COVID-19 yang diketahui baik ODP, PDP maupun yang positif akan semakin banyak.

“Harapannya Bulan Mei ini bisa mencapai puncaknya. Sehingga bulan Juni bisa turun drastis,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Data Pemprov Jatim menyebutkan, saat ini total jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim 2.281orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.673 orang masih dirawat, lalu 375 orang yang sudah sembuh dan 224 orang yang meninggal dunia.

Sementara untuk kasus PDP, totalnya sebanyak 5.014 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang masih diawasi, 2.204 orang sudah tidak diawasi dan 480 orang yang meningggal dunia.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menambahkan, pada Senin (18/5/2020), jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 di Jatim bertambah 361 orang. Sehingga totalnya menjadi sebanyak 14.527 orang.

“Peningkatan kasus OTG ini patut diwaspadai. Sebab ada 27 persen OTG yang naik statusnya menjadi positif COVID-19,” imbuhnya.

Dia menambahkan, hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya, mulai menunjukkan grafik yang cukup signifikan. PSBB Surabaya Raya dimulai 28 April angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya sebanyak 392 orang, Sidoarjo 92 orang dan Gresik 24 orang.

“Setelah tahap I PSBB berakhir pada 11 Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya naik menjadi 741 kasus, Sidoarjo 188 kasus dan Gresik 37 kasus,” terangnya.

Kemudian, lanjut dia, separuh perjalanan PSBB tahap II pada 17 Mei 2020 diketahui kasus positif COVID-19 di Surabaya menjadi 1.059 kasus, Sidoarjo 285 kasus dan Gresik 51 kasus. Artinya, PSBB di Gresik dinilai berhasil karena grafik peningkatannya landai, begitu juga dengan Sidoarjo cukup berhasil karena naiknya tidak terlalu tinggi.

“Sedangkan Surabaya grafiknya memang meningkat tajam. Namun mudah-mudahan sekarang ini mencapai puncaknya. Sehingga bulan depan bisa landai,” harapnya. (KS-10)
Komentar