Ditengah pandemi Covid-19, FKPT Jatim gelar dialog Kebangsaan via zoom meeting

Diskusi digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020

Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto saat berdiskusi via fasilitas zoom meeting dalam diskusi kebangsaan yang digelar FKPT Jatim yang bertema Suara Milenial : Merajut kebangsaan dan Menguatkan Jatidiri KeIndonesian disaat pandemi Covid-19, pada Sabtu (2/2/2020) pada 13.00-16.00.

SURABAYA : Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur menggelar dialog Kebangsaan ditengah berkembangnya wabah pandemi Covid-19 yang digelar secara online dengan melibatkan berbagai pihak dengan mengambil tema Suara Milenial : Merajut kebangsaan dan Menguatkan Jatidiri KeIndonesian disaat pandemi Covid-19.

Acara yang digelar melalui teknologi zoom meeting itu diikuti setidaknya 471 perserta dari berbagai kalangan, baik akedemisi, jurnalis, mahasiswa, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan seperti Pengurus Wilayah Fatayat Jatim, Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Jatim, sejumlah pimpinan BEM PTN/PTS di Jatim.

Acara yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (2/2/2020) pada pukul 13.00-16.00 (durasi 3 jam) dengan dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) serta Badan Kesatuan Bangsa Politik Jatim serta Universitas Surabaya serta Universitas Airlangga.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto dalam pengantar dialog sekaligus membuka diskusi menyatakan pihaknya sangat antusias dengan adanya dialog yang digagas FKPT Jatim khususnya dalam rangka penguatan rasa kebangsaan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid19 saat ini Jatim sudah berada pada angka 1.000 lebih yang berstatus positif dan angkanya cenderung terus naik, untuk PDP[pasien dalam pemgawasan]-nya ada 3.000 lebih dan untuk ODP [orang dalam pengasawan]-nya sekita 19.000. Jatim di posisi kedua di Indonesia. Dampaknya sangat besar bagi sisi kesehatan maupun sisi sosial ekonomi,” kata Jonatan dalam diskusi via zoom meeting tersebut.

Untuk itu, kata Jonathan, diperlukan upaya dan kerja keras guna bisa keluar dari situasi yang cukup pelik tersebut.  “Diperlukan pemahaman dan komitmen kebangsaan bersama, karena ini tidak akan bisa selesai tanpa didukung oleh tingkat kedisiplinan masyarakat dalam rangka menghadapi dan melaksanakan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] yang saat ini tengah diberlakukan di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Ketaatan pada protokol kesehatan menjadi kunci utama,” ujarnya.

Lebih jauh Jonathan menyatakan peran generasi muda atau kaum milenial saat ini sangta penting bahkan menjadi kunci guna bersama-sama mengatasi problem bangsa. Kuncinya adalah

“Rekan-rekan milenial punya posisi yang sangat strategis, saya kira ini menjadi bagian yang sangat penting di dalam pelaksanaannya. Termasuk bagaimana kita bisa melaksanakan wawasan kebangsaan, bagaimana kita merajut kebangsaan, dan menguatkan jati diri kita Indonesia. Semua aspek itu tentunya kini tidak bisa lepas dari peran besar kaum muda,” tegasnya.

Secara khusus Jonathan menyatakan keberadaan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia cinta, mesti dapat buktikan di dalam implementasi sehari-hari.

“Contoh misalnya untuk provinsi Jawa Timur banyak sekali masyarakat yang dengan sukarela dengan kesadaran sendiri membantu saudaranya, membantu masyarakatnya, membantu pemerintah. Dan ini juga menjadi sangat aktual bila kalangan muda juga mampu mengimplemantasikan dalam kondisi kekinian,” tegasnya.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjend Pol Hamdi menyatakan tengah pandemi yang terjadi di dunia kali ini, kita harus berkerja bersama-sama dan bersatu untuk menanggulangi agar bisa segera selesai.

Secara khusus Hamdi mereview bahwa kondisi seperti ini tidak pertama kali terjadi. “Peristiwa serupa telah terjadi pada abad ke-7 saja sudah pernah ada wabah amwas, terjadi antara tahun 600-639, di dunia sekitar tahun 1347 - 1357 ada juga yang dikenal namanya wabah hitam. Dan pada 1918 - 1919 ada flu Spanyol dengan korban 50 juta. Saat ini kita sedang diuji dengan Covid-19,” kata Hamdi via zoom meeting.

Lebih jauh Hamdi menekankan kondisi seperti ini jangan menjadi sebuah keterbatasan dan tidak boleh terus berdiam diri, ada banyak hal yang memberikan inspirasi bahkan ketika terjadi wabah seperti ini.

“Contohnya sastrawan terkemuka William Shakespeare yang ketika terjadi wabah mampu membuat karya yang menjadi mahakarya puisi di dunia. Sama halnya juga fisikawan terkemuka Sir Issac Newtown, Giovani Hukasio dan Edward Mulk menghasilkan karya luar biasa ketika wabah-wabah itu terjadi. Artinya ditengah kesulitan bila serius bisa menghasilkan karya luar biasa,” ujarnya.

Hamli menegaskan keberadaan sejarah para penemu itu seharusnya menjadi motivator bagi kalangan muda, mahasiswa dan generasi milenial untuk tetap berkarya dan produktif menghasilkan temuan-temuan baru demi bangsa dan negara, tanpa melupakan tugas dan tanggung jawab.

Secara khusus Hamli perlu memberikan peringatan akan keaspadaan untuk tetap memantau ancaman yang terjadi diluar pandemi Covid-19, seperti ancaman tindak radikalisme dan terorisme.

“Seperti yang telah terjadi, penangkapan yang dilakukan oleh temen-temen dari kepolisian detasemen 88, pada 22 Maret 2020 dilakukan penangkapan di Batang, kemudian ditangkap beberapa orang yang melakukan ancaman teror tanggal 11 April di Maluku, juga kemudian 13 April di tangkap di Sulawesi Tengah serta 24 April terjadi penangkapan di Jawa Timur di Sidotopo dan 26 April 2020 itu di Sidoarjo. Intinya tetap harus waspada terhadap aksi terorisme,” ujarnya.

Ketua FKPT Jatim Hesti Armiwulan menegaskan secara sepintas jalannya acara diskusi kebangsaan FKPT Jatim itu berjalan dengan cukup dinamis terlihat dari respon audien yang cukup tinggi baik dari kalangan mahasiswa PTN maupun PTS.

“Pada acara itu juga disosilisasikan keberadaan FKPT Jatim berserta beberapa program kerja.Secara khusus tingginya respon audien itu mengharapkan ada serial diskusi lanjutan yang bisa digelar kembali oleh FKPT Jatim,” ungkap Hesti pada kesempatan sama.(f7)

Komentar