Terjadi Kecelakaan Kerja, PT Enero Dukung Polisi Lakukan Penyelidikan



KANALSATU -
Lima orang karyawan PT Energi Agro Nusantara (Enero) menjadi korban kecelakaan kerja pada saat melakukan pekerjaan rutin yaitu pembersihan slurry campuran spentwash dan yeast yang ada di kolam presettling pabrik penghasil bioetanol ini. Pihak manajemen PT Enero langsung membawa seluruh korban menuju rumah sakit RSUD RA Basuni Mojokerto.

"Ada lima orang yang menjadi korban pada kecelakaan kerja, tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan di RS RA Basuni. Namun, dipastikan seluruh korban memakai Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap saat bekerja, mulai dari safety helmet, safety boot, hingga masker gas," ujar Direktur Utama PT Enero, Izmirta Rachman, Sabtu (11/4/2020).

PT Enero juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres Kota Mojokerto untuk penyelidikan lebih lanjut. Izmirta menegaskan, PT Enero senantiasa mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja dengan mewajibkan setiap karyawan untuk memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur.

"Koordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian akan terus dilakukan. Kami akan bertanggung jawab penuh dan akan menanggung biaya perawatan seluruh korban," tambahnya.

Ke depannya, pengecekan pabrik akan terus ditingkatkan sebagai bentuk tindakan preventif. Tak hanya itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga akan lebih dioptimalkan.
Komentar