Ekonomi Melambat, Penerimaan Pajak Terdampak

Efek Pandemi Corona

Kepala Kantor Wilayah DJP 1, Eka Sila Kusna Jaya
KANALSATU - Perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus Corona berpengaruh pula terhadap penerimaan pajak di Dirjen Jenderal Pajak (DJP) 1 Surabaya. Bahkan saat ini pendapatan pajak di wilayah tersebut tercatat mengalami pertumbuhan minus.

Sepanjang bulan Maret saja DJP 1 mencatat pertumbuhan netto mereka -5,24 persen dibanding periode yang sama. DJP 1 mencatat capaian pajak untuk wilayah 1 Jatim hanya Rp 9,8 triliun atau baru 17 persen lebih dari target.

Perlambatan pendapatan pajak ini menurut Kepala Kantor Wilayah DJP 1, Eka Sila Kusna Jaya, adalah efek dari perlambatan ekonomi dari tiga sektor yakni sektor perdagangan, sektor ekspor dan impor serta sektor manufaktur.
“Yang paling terasa kurangnya pemasukan adalah dari importir, karena impor mulai sepi bahkan hampir tidak ada untuk produk tertentu. Dan tentunya kota besar seperti Surabaya paling merasakan dampaknya secara nyata,” jelas Eka, saat ditanyai melalui teleconference, Senin (6/4/2020).

Namun sayangnya Eka Sila
belum mampu memprediksi potential loss pajak di wilayah kerjanya sebab berbagai kebijakan dari pemerintah akibat virus corona ini masih akan terus berjalan. Salah satunya pemberian insentif-insentif tertentu dari pemerintah yang pastinya akan mendistorsi target penerimaan pajak.

“Meskipun belum bisa memprediksi kami terus melakukan pemetaan terhadap potential loss pajak hingga pemasukan lainnya yang akan ikut maju seiring dengan penanganan wabah ini. Saat sektor lain melemah, maka sebenarnya ada beberapa sektor yang justru tumbuh seperti sektor kesehatan, makanan dan minuman bergizi juga menjadi celah kami untuk menutupi minus penerimaan pajak,” terang Eka.

Wabah ini juga membuat pelaporan SPT tahunan menjadi menurun, saat ini pelaporan SPT tahunan baru sekitar 50,1 persen. Atau yang melaporkan SPT tahunannya baru 202.553 wajib pajak dari total 404.327 wajib pajal di DJP 1 Jatim.

“Kami masih memberikan relaksasi kepada wajib pajak mengingat adanya pembatasan layanan dari kami. Tetapi kami menghimbau semua wajib pajak bisa segera melaporkan SPT nya karena ini juga bagian kita menolong ekonomi di negeri kita ini,” tandasnya. (KS-5)



Komentar