Warga Pancer Pertanyakan Penolakan Tambang



KANALSATU - Hingga saat ini pro dan kontra soal izin kegiatan pertambangan emas yang dilakukan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI) di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jatim terus bergulir. Namun, dalam aksi itu mulai dimanfaatkan beberapa oknum untuk memperkeruh kondisi tambang saat ini.

Menurut salah satu warga dusun Pancer, Prasetyo, aksi demo selama ini di depan kantor Gubernur Jatim yang mengatasnamakan aksi warga Pancer dianggap tidak tidak sah dan peserta demo yang tidak diketahui asal usulnya.

"Kami pohon pada Ibu Gubernur Jatim jangan terkecoh, mayoritas warga Pancer tidak setuju dengan demo tersebut. Ini mencederai komunikasi baik yang sudah terjalin di antara kami semua di sini selama ini. Segelintir orang tersebut sudah mengecoh lembaga-lembaga dengan membawa-bawa nama desa kami," jelas Prasetyo di Surabaya, Kamis (27/2/2020).

Bahkan secara tegas warga Dusun Pancer meminta pada pelaku aksi demo itu untuk menunjukkan jati diri kalau benar-benar warga dusun Pancer.

"Ayo kita cek KTP. Sekarang kami siap untuk dicek apa benar dan berapa banyak warga Pancer yang ada di sini. Coba juga dicek yang demo di provinsi, berapa sih yang sebenarnya warga Pancer dan berapa yang mengaku-ngaku warga Pancer? Warga Pancer ada ribuan, jadi untuk segelintir yang mungkin memang masih belum sepakat soal tambang, silahkan saja demo, itu haknya, asalkan jangan bawa-bawa atas nama warga desa kami,” tegas Sundik, warga Desa Pancer yang juga Ketua Karang Taruna ini.

Sementara Ketua Pokmas Wisata Pantai Mustika Pancer, Budi Wahyono menjelaskan, dengan adanya pro dan kontra soal tambang justru ada kerugian besar di wilayah Pancer khususnya sektor pariwisata. "Keadaan ini berpotensi merugikan potensi Pancer sendiri. Wisata Pancer saat ini sedang berkembang yang sangat butuh suasana yang kondusif," ujarnya.

Terkait hal itu , Corporate Communication Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik menyatakan, pihaknya siap berdiolag bersama dengan pihak masyarakat terkait untuk mencari solusi terbaik permasalahan yang ada selama ini tanpa ada konflik.
“Kami mengajak masyarakat yang pro dan kontra dalam kegiatan penambangan di Dusun Pancer untuk duduk bersama dan memberikan masukan kepada kami. Kami sangat membuka diri untuk sebuah dialog yang terbuka dengan siapa saja demi kebaikan bersama agar kegiatan penambagan di Dusun Pancer ini tetap memberi manfaat kepada masyarakat sekitarnya," tegas Tom.

Disisi lain, Pemkab Banyuwangi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Banyuwangi, Guntur Priyambodo menyampaikan kesediaan untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada Bupati dan DPRD. Pemkab Banyuwangi turut mengapresiasi langkah damai yang menjaga suasana kondusif dari masyarakat Pancer.

Diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu. "Akan kami catat dan kami sampaikan kepada Pak Bupati. Tentunya Pak Bupati tidak sendiri juga bersama DPRD," pungkas Guntur. (KS-10)
Komentar