IPM Jatim Tumbuh 1,03 Persen



KANALSATU - Perkembangan manusia di Jawa Timur pada tahun 2019 terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2018, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Jatim mencapai 70,77 dan selanjutnya pada tahun 2019 mencapai 71,50 atau tumbuh 1,03 persen.

Surabaya tercatat mempunyai IPM tertinggi dengan capaian sebesar 82,22. Sementara IPM terendah tercatat di Sampang dengan IPM sebesar 61,94.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan menuturkan IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

IPM dibentuk tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standard hidup layak. "IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu kecepatan dan status pencapaian," tuturnya.

Dilihat dari komponennya, umur harapan hidup saat lahir (UHH) pada 2019 mencapai 71,18 tahun. Kemudian Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,16 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 7,59 tahun.

Sedangkan pengeluaran per kapita sebesar Rp 11.789.000. "Peningkatan pengeluaran per kapita yang disesuaikan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masyarakat Jatim semakin membaik. Kondisi ini sejalan dengan makro ekonomi yang ditunjukkan dari angka produk domestik regional bruto yang juga mengalami kenaikan selama periode tersebut," jelasnya.

Di samping itu, harga-harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok cukup terjaga inflasinya selama tahun 2019. Stabilnya inflasi tersebut menguatkan daya beli masyarakat Jatim, sehingga roda ekonomi berputar cukup dinamis. (KS-5)
Komentar