Dukung Pengembangan UMKM Kuliner, Grab Buka Lima GrabKitchen di Surabaya

Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe di sela peresmian GrabKitchen di Surabaya, Rabu (12/2/2020).
KANALSATU - Perkembangan dunia kuliner di Indonesia begitu pesat. Apalagi dengan adanya aplikasi yang memudahkan konsumen melakukan pemesanan makanan.

Sebagai pengembangan fitur GrabFood yang selama ini sudah ada, Grab mengembangkan GrabKitchen di Surabaya. "Di Surabaya ada lima titik GrabKitchen yang berlokasi di Kertajaya, Kedungsari, Tenggilis, Darmo Permai, dan Pasar Atom. Di GrabKitchen, konsumen bisa memesan makanan dilebih dari satu mitra GrabFood di setiap lokasi," kata Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe di sela peresmian GrabKitchen di Surabaya, Rabu (12/2/2020).

GrabKitchen merupakan sebuah cloud kitchen yang menyatukan berbagai pilihan makanan dan minuman (F&B) dalam satu lokasi untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu lewat pemanfaatan data. Melalui GrabKitchen, para mitra GrabFood dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan biaya dan risiko yang rendah sekaligus mengembangkan bisnis mereka di wilayah-wilayah baru.

Hal ini juga akan mendorong mereka untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sehingga dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Ditambahkan Hadi, bagi mitra GrabFood yang notabene skala usaha mikro kecil menengah (UMKM), GrabKitchen menawarkan peluang ekspansi ke wilayah-wilayah baru serta membuka kesempatan untuk memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan data.

Konsep cloud kitchen juga dapat membantu menekan biaya operasional, karena sebagian besar dari kegiatan cloud kitchen merupakan layanan delivery-only sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk biaya sewa tempat. Selain itu, para mitra usaha juga mendapatkan dukungan pemasaran dalam aplikasi GrabFood.

Di Surabaya sendiri, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2018. Pembentukan PDRB Kota Surabaya pada tahun 2018 dihasilkan oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,30 persen.

Ini menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. 

Sebelumnya, hasil riset Center for Strategic and International Study (CSIS) dan Tenggara Strategic menyebutkan bahwa pada 2018 lalu, Grab berkontribusi sebesar Rp8,9 triliun untuk perekonomian Kota Surabaya dengan kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp4,2 triliun

Industri kuliner setempat pun mengalami peningkatan pertumbuhan. Penjualan rata-rata mingguan mitra GrabFood meningkat sebesar 34 persen. Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 

“Kehadiran GrabKitchen Surabaya ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, sehingga bisa memberikan dampak positif pada perekonomian setempat,” terang Hadi.

Untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam berdasarkan analisis data tersebut, GrabKitchen menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 Mitra GrabFood yang kini tergabung dalam lima GrabKitchen di Surabaya antara lain 7Seven Chicken Crispy, Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ayam Geprek Mr. Suprek, Batagor Budi Mulia, Bebek Palupi, Burger Gedhe n Roti Jhon, Greenly, Kopi Studio 24, Lazizaa, Mie Baraccung, Mie Setan, Pempek Farina, Uncle W Chinese Food Halal, dan merchant unggulan lokal Surabaya lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder Greenly, Edrick Joe Soetanto menuturkan, konsep cloud kitchen adalah peluang bisnis baru yang menjanjikan usahanya. Jangkauan yang luas dan besarnya basis konsumen yang dimiliki Grab meyakinkannya bahwa GrabKitchen merupakan sarana pengembangan bisnis yang tepat dengan investasi yang relatif lebih rendah dibandingkan membuka cabang baru yang membutuhkan modal besar.

Sementara itu, Ehsan, Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, mengatakan, pihaknya sangat senang dapat mengembangkan usaha kami bersama GrabKitchen. "Hal yang menarik dari konsep cloud kitchen yang ditawarkan Grab adalah kesempatan bagi kami untuk fokus melayani permintaan konsumen berkat dukungan GrabKitchen mulai dari operasional yang minim risiko hingga skema pemasaran yang didasarkan pada data sehingga peluang kami untuk sukses pun lebih besar," ujarnya.

GrabKitchen pertamakali diperkenalkan ke masyarakat pada September 2018 di Jakarta.  Saat ini, lebih dari 40 GrabKitchen telah beroperasi di Indonesia yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, Medan, dan Surabaya. (KS-5)
Komentar