Buka Oppo Store, Oppo Bidik Pasar Premium



KANALSATU - Pasar ponsel untuk segmen menengah ke atas terus mengalami pertumbuhan. Hal ini tidak terlepas dari gaya hidup dan kebutuhan konsumen yang menginginkan produk ponsel premium.

"Di Surabaya sendiri, produk premium tumbuh rata-rata 20 persen per tahun," kata Regional General Manager Surabaya City Oppo, Evander Horyzon saat pembukaan Oppo Store di Galaxy Mall, Surabaya, Sabtu (18/1/2020). Untuk itu, Oppo menggandeng Las Vegas Mobile Store membuka gerai premium Oppo Experiece Store 3.0 di Mall Galaxy 3 Surabaya.

Evander mengatakan, dalam beberapa tahun belakangan pasar smartphone Android di Surabaya mengalami tren perubahan yang signifikan dari low end ke middle high end. Perubahan ini, dinilai ikut memperbesar kontribusi penjualan produk Oppo.

"Kita bisa lihat arah market sekarang, permintaan customer semakin tinggi. Inilah yang menjadi alasan kita membuka store di Mall Galaxy. Lagi pula selama ini penjualan produk premium di mal cukup besar yaitu mencapai 50 persen," jelas Evander.

Menurutnya, tren pertumbuhan kelas premium itu tercermin dari perbandingan penjualan produk Oppo tipe Reno 1 dengan Reno 2 yang meningkat hingga 20 persen. Sementara penjualan produk di kelas middle low end cenderung menurun.

Meski demikian, sepanjang 2019 lalu kontribusi penjualan produk Oppo di segmen premium dengan harga di atas Rp 5 juta menyumbang 15 persen dan harga Rp 2 juta-an sebesar 20 persen.

"Penjualan untuk produk dengan harga di atas Rp 3 juta pencapaiannya jauh lebih besar kontribusinya mencapai 35 persen,“ ujarnya.

Karena itu, lanjut Evander, selain mengutamakan produk premium, Oppo Experience Store di Mall Galaxy itu juga menyediakan produk low end dan midle high end. Gerai juga didesain lebih luas sehingga memberikan kenyamanan kepada pelanggan saat mencoba produk dengan fitur-fitur barunya.

Sementara itu, Dirut Las Vegas Mobile Store, Herry Ramba mengaku, tren sekarang produk gadget yang paling banyak laku adalah segmen menengah atas. Sebaliknya, produk kelas bawah di harga satu jutaan, terus menyusut.

"Bisa juga karena daya beli masyarakat yang semakin membaik, kebutuhan fitur yang lengkap jadi masalah harga bukan persoalan lagi. Ditambah lagi kemudahan saat membeli bisa dengan cara mengangsur dengan bunga 0 persen baik itu pakai kartu kredit atau tanpa kartu kredit,” kata Herry

Dikatakan Herry, kecanggihan fitur menjadi andalan konsumen kelas premium jika mereka membeli produk anyar. Fitur baru yang dicari tersebut misalnya mengenai kamera, kecepatan atau fitur baru lainnya. Selanjutnya, ketahanan smartphone menjadi teknologi pilihan berikutnya yang diingini konsumen. (KS-5)
Komentar