Kadin Jatim Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi Lima Kawasan

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) Adik Dwi Putranto
KANALSATU - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa Kadin Jatim sepenuhnya akan mendukung realisasi proyek percepatan pembangunan ekonomi lima kawasan di wilayah Jatim. Ada sekitar 218 proyek yang masuk dalam percepatan pembangunan ekonomi di beberapa kawasan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 80 tahun 2019.

Ke empat kawasan tersebut adalah kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbang Kertasusila), kawasan Madura dan Kepulauan, kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS), kawasan Selingkar Ijen serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

“Kami telah membentuk tim yang bertugas untuk melakukan pemetaan, membuat perencanaan kawasan yang nantinya akan dikonsultasikan ke Gubernur Khofifah. Kalau Pemprov setuju, tim juga akan menyiapkan investornya karena sejauh ini sudah banyak pihak swasta yang menyatakan berminat dan siap berinvestasi,” ujar Adik Dwi Putranto di Surabaya, Kamis (9/1/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa 218 proyek yang masuk dalam Perpres 80/2019 tersebut diperkiraan membutuhkan investasi sekitar Rp 292,45 triliun dengan skema sumber pembiayaan berbeda-beda. Terbesar adalah sumber pembiayaan dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan jumlah 72 proyek yang nilainya sebesar Rp 136,112 triliun, selanjutnya 19 proyek dari pembiayaan BUMN dan BUMD dengan dengan nilai Rp Rp 67,64 triliun, 17 proyek dari pembiayaan swasta dan BUMN dengan nilai Rp 46,768 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa korporasi berperan penting dalam merealisasikan proyek percepatan ini karena 46,54 persen pembiayaan dari KPBU. Dalam hal ini, Kadin Jatim telah mengajak sejumlah investor, baik investor daerah yang telah memiliki SDM mumpuni ataupun investor dari luar daerah,” tegasnya.

Ditegaskan Adik, masuknya investasi di proyek percepatan pembangunan lima kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu pemicu dan penggerak pertumbuhan ekonomi di Jatim sehingga pertumbuhannya dipastikan akan semakin membaik. Karena ada banyak potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan juga.

Di kawasan BTS dan Selingkar Ijen misalnya, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa yang mampu menarik wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Sementara di kawasan Gerbangertasusila ada banyak industri dan perdagangan yang telah menjadi nadi pergerakan ekonomi di Jatim dan masih banyak lagi.

“Harapan kami, ini akan menjadi semacam oase dan energi positif, baik bagi pengusaha maupun bagi masyarakat sekitar kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia,” katanya. (KS-5)
Komentar