Desember 2019, Jatim Alami Inflasi 0,53 Persen

Kabid Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satrio Wibowo


KANALSATU - Pada Desember 2019 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,53 persen. Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Surabaya yang mencapai 0,60 persen.

Kabid Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satrio Wibowo menuturkan, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jatim pada Bulan Desember 2019 ialah telur ayam ras, bawang merah dan tarif kereta api. "Harga telur ayam ras dan bawang merah pada Bulan Desember mengakami kenaikan dikarenakan adanya kenaikan permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru," ujarnya, Kamis (2/1/2020).

Kenaikan harga bawang merah dimulai sejak Bulan November sehingga bawang merah masih menjadi komoditas utama penyebab inflasi seperti pada bulan sebelumnya.

Tarif kereta api juga turut mengalami kenaikan disebabkan masa sibuk (peak season) pada Bulan Desember yang bersamaan dengan hari libur sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru.

Satrio menambahkan, komoditas lain yang juga menyumbang terjadinya inflasi Bulan Desember adalah mujair, kontrak rumah, tomat sayur, tarif angkutan udara, semangka, tukang bukan mandor dan minyak goreng.

Sedangkan tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi di Bulan Desember adalah daging ayam ras, emas perhiasan dan pir. Berbeda dengan komoditas telur ayam yang mengalami kenaikan, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh cukupnya stok di pasaran.

Sementara itu harga emas perhiasan juga terus mengalami penurunan. Kondisi ini juga telah terjadi pada bulan sebelumnya. (KS-5)
Komentar