A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: thumbnail

Filename: libraries/MY_SEO.php

Line Number: 49

Migas Sumbang Defisit Neraca Perdagangan Jatim | kanalsatu.com

Migas Sumbang Defisit Neraca Perdagangan Jatim



KANALSATU – Neraca perdagangan Jawa Timur mencatat defisit sebesar USD 2,73 miliar sepanjang Januari-November. Terjadinya defisit disumbang dari migas.

Kabid Statistik Distribusi BPS Jawa Timur Satriyo Wibowo mengatakan defisit migas yang terjadi pada periode Januari-November sebesar USD 3,103 miliar. Sedangkan untuk non migas masih mengalami surplus sebesar USD 373,53 juta. ''Penyumbang terjadinya defisit adalah dari migas,'' katanya, Senin (16/12/2019).

Secara kumulatif, pada periode Januari-November, impor migas terutama komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON (Research Octane Number) lainnya tidak dicampur masih menjadi komoditas yang mendominasi. Kontribusinya mencapai 7,40 persen dengan nilai USD 1,57 miliar.

''Khusus November, bahan bakar motor berperan 8,2 persen terhadap total impor Jatim,'' tuturnya. Impor pada November naik sebesar 9,36 persen dari USD 80,41 juta menjadi USD 176,65 juta. Komoditas itu sebagian besar diimpor dari Malaysia.

Sementara untuk non migas masih mencatat surplus meski tipis, dengan kinerja ekspor pada Januari-November 2019 sebesar USD 17,71 miliar. ''Dari sepuluh komoditas utama, enam di antaranya mencatat penurunan, sedangkan empat lainnya naik. Emas yang kenaikannya paling besar,'' ucapnya.

Selain emas, yang juga naik antara lain bahan kimia organik, daging dan ikan olahan, perabot dan penerangan rumah. Sementara enam komoditas yang turun antara lain kayu dan barang dari kayu, lemak dan minyak hewan/nabati, ikan dan udang, tembaga, kertas/karton dan berbagai produk kimia.

Sementara ekspor ke negara tujuan non tradisional terus mengalami kenaikan. Terlihat dari penurunan ekspor ke negara tujuan tradisional, yakni Jepang. Kemudian ke negara tujuan tradisional lainnya hanya naik tipis. Secara keseluruhan ekspor ke 13 negara tujuan tradisional turun sebesar 2,35 persen. ''Sedangkan ekspor ke negara selain 13 negara utama naik sebesar 8,35 persen,'' tuturnya. (KS-5)

Komentar