Batik Air Buka Penerbangan Langsung Surabaya – Madinah

CEO Batik Air, Captain Achmad Luthfie (dua dari kanan) dan Presiden Direktur Dream Group, Muhammad Umar Bakadam (tiga dari kiri) saat meresmikan Penerbangan Umroh Surabaya-Madinah di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Selasa (17/12/2019).

KANALSATU – Di akhir tahun 2019 maskapai penerbangan Batik Air meluncurkan penerbangan umroh langsung atau direct flight dari Surabaya melalui Bandar udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) tujuan Madinah – Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED). Penerbangan ini menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) Airbus 330 yang bisa mengakomodir 18 penumpang kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi.

Di bulan yang sama, maskapai yang merupakan bagian dari Lion Air Group ini juga membuka penerbangan langsung dengan tujuan yang sama dari Solo melalui Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah (SOC), 2. Makassar dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi, Selatan (UPG) dan Medan melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).

Peluncuran penerbangan baru ini berbarengan dengan salah satu masa peak season pelaksanaan ibadah umroh. ”Di akhir tahun biasanya memang jamaah umroh lebih banyak. Apalagi penerbangan ini langsung dari Surabaya ke Madinah tanpa transit,” kata CEO Batik Air, Captain Achmad Luthfie kepada wartawan disela The Inaugural Penerbangan Umroh Surabaya-Madinah di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Selasa (17/12/2019).

Dikatakan Luthfie, untuk saat ini penerbangan langsung dari Bandara Juanda Sidoarjo ke Madinah masih dilayani satu kali dalam satu minggu. Namun dalam waktu dekat dipastikan jadwal keberangkatan bisa bertambah seiring dengan penambahan pesawat baru yang akan datang pada Januari dan Februari mendatang.

Mengenai okupansi, ia yakin kapasitas pesawat akan terisi 100 persen melihat tingginya minat masyarakat untuk beribadah umroh. ”Seperti kita tahu, masyarakat Indonesia mayoritas beragam Islam. Di sisi lain, untuk berhaji antrenya sangat lama jadi banyak yang memilih untuk umroh lebih dulu,” jelasnya. Untuk menjaga tingkat okupansi tetap optimal pihaknya menggandeng biro perjalanan haji dan umroh.

”Pasar umroh di Indonesia masih sangat besar. Kami harapannya Batik Air menambah armada untuk umroh karena setiap tahun pasarnya terus bertambah,” ujar Presiden Direktur Dream Group, Muhammad Umar Bakadam. Untuk penerbangan baru ini yang dibidik adalah pasar premium ekonomi.


Untuk saat ini penerbangan langsung Surabaya- Madinah memang baru bisa dilayani satu kali dalam satu minggu. Namun pada Februari nanti sudah bisa bertambah menjadi tiga kali dalam satu minggu. ”Kalau kami dari travel agent berharapnya bisa seminggu enamm kali karena pasar umroh premium di Surabaya sangat besar,” tutur Umar.

Pada penerbangan perdana hari ini, pesawat Batik Air bernomor ID-226 mengudara tepat waktu (on time) pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat (WIB, GMT+ 7) membawa 372 penumpang dan 13 awak pesawat. Layanan ini tanpa henti (non-stop) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz pada 16.30 waktu setempat (Time in Medina Saudi Arabia, GMT+ 3).

Rencana strategis perusahaan jangka berikutnya, juga akan menambah dari Banda Aceh – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar (BTJ); Palembang – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan (PLM); Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK); Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN) dan Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ).
(KS-5)

Komentar