Investasi untuk Kesehatan dengan Imunisasi

Dosen Literasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, Mellyza Silvy (kiri) dan Paediatriacian, dr. Dini Adityarini SpA, diseminasi media tentang Imunisasi dan Pneumonia: Sebuah Investasi & Gaya Hidup Kekinian gelaran Jurnalis Sahabat Anak di Kota Surabaya Sabtu (7/12/2019).


KANALSATU - Investasi bisa dilakukan dengan beragam bentuk. Salah satunya adalah menjaga kesehatan.

Malah, kesehatan merupakan salah satu investasi yang sangat penting bagi manusia. Dengan badan sehat, tidak menguras pengeluaran untuk biaya Rumah Sakit dan sejenisnya. Hanya saja, untuk menjadi sehat, dibutuhkan perencanaan sejak dini.

Salah satunya lewat imunisasi wajib ataupun tambahan yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan.

Dosen Literasi Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, Mellyza Silvy mengatakan bahwa di era milenial dan modern ini menjadi sangat penting untuk berinvestasi dalam kaitannya dengan kesehatan.

“Saat ini investasi atau menabung bukan hanya sekedar untuk kebutuhan masa depan. Tetapi kesehatan juga menjadi bagian penting untuk sebuah keluarga, dan itu juga bisa dilakukan dengan cara menyisihkan dana. Ini bagian penting yang mulai menjadi trend,” ujar Mellyza Silvy dalam diseminasi media tentang Imunisasi dan Pneumonia: Sebuah Investasi & Gaya Hidup Kekinian gelaran Jurnalis Sahabat Anak di Kota Surabaya Sabtu (7/12/2019).

Mellyza menambahkan mencegah sakit dengan melakukan imunisasi sejak dini merupakan bentuk preventif yang sangat diperlukan berkaitan dengan kesiapan keuangan di masa datang. Dan dengan melakukan imunisasi wajib dan tambahan, salah satu solusi tepat bagi perenancaan keuangan.

“Salah satunya imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks, saya sudah melakukannya pada anak saya belasan tahun lalu dengan harga Rp 500 ribuan. Jumlah yang besar, namun masih lebih besar bila terkena kanker serviks. Lebih baik mencegah dengan imunisasi,” ujarnya.

Mellyza menambahkan dalam manajemen keuangan keluarga, setidaknya harus punya perencanaan yang simple dan konsisten dilaksanakan dengan proporsi yang ideal. Misalnya zakat 10%, kewajiban utang 30%, proteksi 10%, investasi 20%, edukasi 20%, rumah tangga 60%, piknik 10% dan hiburan 5%.

“Kalau planning ini direncanakan, keuangan rumah tangga bisa stabil,” jelasnya.

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Paediatriacian, dr. Dini Adityarini SpA, menyampaikan saat pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia 0 tahun sampai 2 tahun, kebutuhan Imunisasi sangat dibutuhkan. Namun demikian fungsi Air Susu Ibu (ASI) tetap tidak boleh dihilangkan.

“Apalagi untuk anak-anak pada usia 0 tahun sampai dengan 2 tahun, ASI menjadi kebutuhan penting, dalam rangka menghindarkan anak-anak dari kondisi tidak sehat oleh karena banyak penyebab. Ini perlu dipahamkan pada para Ibu,” terang dr Dini.

Lalu bagaimana dengan Imunisasi? “Imunisasi tetap dibutuhkan juga pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Utamanya memang pada usia 0 tahun sampai dengan 2 tahun. Ini sangat penting bagi perkembangan anak pada usia selanjutnya,” tambah Dini

Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia, Bambang Chriswanto mengatakan pihaknya hingga saat ini terus mendukung kampanye pelaksanaan Imunisasi dengan satu diantaranya adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya Imunisasi itu.

“Imunisasi perlu dukungan semua pihak khususnya kepedulian orangtua. Imunisasi sejak dini menentukan kesehatan di masa datang. Tentunya dukungan tersebut bisa jadi dalam bentuk kehadiran pada kampanye atau aktivitas yang memberikan pemahaman tentang pentingnya Imunisasi. Dan dengan menyebarkan hal-hal baik bersama kawan-kawan jurnalis seperti ini, juga sangat bagus,” kata Bambang Chriswanto. (KS-5)

Komentar