Gubernur Jatim Raih Dua Penghargaan Dalam Penganugerahan Ormas 2019 dari Kemendagri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Mendagri Tito Karnavian dengan penghargaan yang diterima Provinsi Jatim. Pemprov Jatim mendapatkan 2 penghargaan dari Kemendagri.

JAKARTA : Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Penghargaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI di Hotel Kartika Candra Jakarta, Senin (25/11).

Kedua penghargaan yang prestisius tersebut diterima secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, penghargaan pertama diraih untuk kategori Pemerintah Provinsi Sebagai Pembina Ormas Terbaik. Bahkan Provinsi Jawa Timur merupakan satu- satunya provinsi yang mendapatkan anugerah penghargaan ini. Sedangkan penghargaan kedua diterima Khofifah selaku Ketua Umum PP Muslimat NU untuk kategori Penghargaan Khusus Bakti Sepanjang Hidup (Long Life Achievement) untuk Muslimat NU.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Penghargaan kategori Pemerintah Provinsi Sebagai Pembina Ormas Terbaik diberikan karena Pemprov Jatim dianggap mampu dan berhasil membina ormas dengan baik.

Secara keseluruhan, Jatim memiliki hampir 14.000 ormas, baik yang berbadan hukum maupun yang legalitasnya dengan surat keterangan terdaftar. Jumlah ormas yang besar ini mampu dikelola Pemprov Jatim.

Jatim juga mampu melakukan pemberdayaan dan sinergitas ormas dengan baik. Ruang komunikasi dan koordinasi terjalin dengan lancar, dan ormas ditempatkan sebagai mitra pembangunan Provinsi Jatim.

Usai menerima penghargaan tersebut, Khofifah mengatakan bahwa dengan dibukanya ruang komunikasi yang intens, ormas bergerak mengambil inisiatif untuk ikut serta secara aktif dan positif terhadap pembangunan di Jatim. Ormas juga secara aktif membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Jatim.

“Seperti yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Berkah dan Jatim Harmoni, dimana ormas ditempatkan ke dalam pilar demokrasi, sehingga dalam proses demokrasi mereka secara aktif memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dan proses pembangunan,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Dengan adanya penghargaan ini, ia berharap ke depan sinergitas dan strong partnership antara Pemprov dengan Ormas di Jatim dapat terus terbina dan terpelihara dengan baik, demi tercapainya Jatim yang maju dan sejahtera.

Sementara itu dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa keberadaan ormas sangat penting sebagai bagian dari penyeimbang sebuah negara dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

"Satu peran penting civil society adalah ormas sebagai penyeimbang agar negara tidak semaunya mulai dari planning hingga eksekusi. Ini akan menghindari sistem yang otoritarian ke arah sistem demokratis," katanya.

Selain sebagai penyeimbang, kata Tito, ormas mendorong sistem check and balance untuk lahirnya bangsa. Namun, mantan Kapolri ini mengingatkan, ada batasan yang harus diperhatikan ormas.

"Pertama, harus menghargai hak-hak asasi orang lain. Kedua harus menjaga ketertiban umum atau publik. Ketiga mengindahkan etika dan moral. Keempat harus menjaga national security, tapi dalam bahasa UU menjadi menjaga persatuan bangsa. Jadi itu harus ditaati termasuk membentuk ormas," tuturnya.(k4)

 

Komentar