Pemprov Jatim Berangkatkan 100 KK Transmigran ke Bulungan Kaltara

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak sedang berbincang dengan para transmigran diatas bus yang akan mengantar 100 KK Transmigran tersebut untuk diberangkatkan ke Kaltara.

SURABAYA :  Sedikitnya 100 Kepala Keluarga (KK) yang mengikuti program transmigrasi berasal dari sejumlah wilayah di provinsi Jawa Timur di berangkatkan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, pada Rabu, (27/11/2019).

100 KK Transmigran itu diberangkatkan menuju Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Satuan Pemukiman (SP) 10 Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Para transmigran itu dilepas secara resmi oleh Menteri Desa PDTT didampingi Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Menteri PDT Abdul Halim Iskandar menyampaikan, apresiasi kepada Pemprov Jatim dengan memberikan sharing APBD untuk pembangunan RJTK dan SAB sejumlah 900 KK di lokasi Tanjung Buka, Kab. Bulungan, Prov. Kaltara.

“Terimakasih kepada ibu Gubernur dan Pak Wagub Jatim atas kerjasama dan fasilitasinya dalam memberangkatan saudara-saudara kita yang jadi transmigran ke Bulungan Kaltara. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Jatim atas program yang telah digagas yaitu transmigrasi,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, program transmigrasi di Jatim masih sangat diperlukan. Terlebih lagi, jumlah penduduk Jatim berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 39,5 juta jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai rata-rata 826 jiwa/km2. Jumlah angkatan kerja di Jatim sebanyak 21,3 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,92 %.

“Animo masyarakat untuk bertansmigrasi juga terus meningkat, dari data masyrakat pendaftar bertransmigrasi mencapai sebanyak 853 KK,” tukas Emil sapaan lekat Wagub Jatim ini.

Emil menegaskan, Pemprov Jatim memandang bahwa sektor ketransmigrasian sama strategisnya dengan sektor lainnya, karena mengurusi masalah “wong cilik”. Hal ini dibuktikan dengan terobosan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim melalui kerjasama khusus dengan Pemkab Bulungan, Pemprov Kaltara, dan Pemerintah pusat lewat Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

“Kerjasama khusus ini telah dimulai sejak tahun 2012, melalui bantuan keuangan dari APBD Prov. Jatim untuk membiayai pembangunan rumah transmigran dan jamban keluarga, dan sarana air bersih,” terangnya.

Ditambahkan, melalui kerjasama ini sampai tahun ke 5 yaitu tahun 2016 Prov. Jatim telah menempatkan transmigran sebanyak 800 KK dengan jumlah 2.464 jiwa. Ditambahkan transmigran pada tahun 2019 ini sebanyak 100 KK dengan jumlah 298 jiwa. Dengan demikian, selama 6 tahun total transmigran yang diberangkatkan Provinsi Jatim sebanyak 900 KK dengan jumlah 2.762 jiwa.

“Program sharing dana ini awalnya hanya di Provinsi Jatim yang melaksanakan, namun kemudian juga diikuti Provinsi Jateng dan Provinsi DIY,” imbuhnya.

Emil meminta, kepada semua transmigran agar memiliki niat, tekad, semangat dan kerja keras dalam memanfaatkan semua peluang yang ada. Apalagi, pemerintah telah menyiapkan segala fasilitas, sarana dan prasarana yang diperlukan mulai dari titik kumpul di desa sampai ke lokasi pemukiman transmigrasi. Fasilitas tersebut yaitu berupa rumah, lahan pekarangan, lahan usaha, dan alat-alat pertanian.

“Sudah banyak saudara-saudara bapak dan ibu semua yang berangkat lebih dulu telah berhasil disana. Maka semangat dan kerja keras harus terus ditanamkan dari sekarang agar kesuksesan tersebut juga bisa diraih  bapak dan ibu sekalian,” harap mantan Bupati Trenggalek ini.

Ia berharap, kepada semua transmigran untuk bisa segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Serta mematuhi adat istiadat setempat, sehingga bisa lancar dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“Meskipun panjenengan sudah tidak berada di Jatim, namun panjenengan akan selalu menjadi keluarga kami. Karena kami ingin membangun Indonesia tanpa sekat. Bahkan, kalau memungkinkan kami akan bersilaturahim kesana,” pungkas Emil.

Ke-100 KK transmigran tersebut berasal dari berbagai daerah di Jatim dengan jumlah total sebanyak 298 jiwa. Dengan rincian, Kab. Lamongan 7 KK, Kab. Jombang  3 KK, Kab. Nganjuk 5 KK, Kab. Ngawi 15 KK, Kab. Magetan 15 KK, Kab. Pacitan 10 KK, Kab. Trenggalek 20 KK, Kab. Tulungagung 8 KK, Kab. Kediri 3 KK, Kab. Blitar 3 KK, Kab. Malang 5 KK, Kab. Lumajang 3 KK, dan Kab. Pamekasan 3 KK. (k4)

 

Komentar