Pertamina Salurkan Dana Program Kemitraan ke Petani Tebu

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V – Jatimbalinus, Rustam Aji menyerahkan dana kemitraan secara simbolis kepada petani tebu di Kantor Pertamina Marketing Operation Region V Surabaya, Jumat (22/11/2019).

KANALSATU - PT Pertamina (Persero) kembali menyalurkan modal usaha bagi petani tebu yang menjadi binaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. Untuk musim tanam 2019/2020 ini, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V menyalurkan Rp 20 Miliar untuk sekitar 200 petani dari Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember, Ngawi, Pasuruan, dan Madiun.

Program pemberian modal usaha atau biasa dikenal dengan Program Kemitraan sendiri merupakan program peminjaman modal bergulir bagi pelaku UMKM dengan harapan agar pelaku UMKM tersebut dapat tumbuh berkembang dan menjadi UMKM yang mandiri. Program Kemitraan sendiri merupakan program yang diamanatkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada seluruh BUMN, termasuk Pertamina, sebagai salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan kepada masyarakat.

“Melalui kerjasama sinergi penyaluran dana Program Kemitraan BUMN pembina ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pelaksanaan Kemitraan BUMN dan meningkatkan pendapatan petani tebu rakyat dan masyarakat sekitarnya, karena budidaya penanaman tebu merupakan usaha yang mempuyai kaitan agribisnis yang cukup panjang sejak dari penyediaan bibit, sarana produksi, usaha budidaya sampai panen,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V – Jatimbalinus, Rustam Aji di Kantor Pertamina Marketing Operation Region V Surabaya, Jumat (22/11/2019).

Kerjasama sinergi pada masa tanam 2019/2021 ini akan berlangsung selama 20 Bulan, dari proses tanam dan garap sampai dengan Proses TMA (Tebang, Muat dan Angkut), hingga proses pemotongan hasil panen oleh PTPN XI terhadap petani gula sebagai bagian dari proses collecting untuk pengembalian pinjaman Program Kemitraan terhadap Pertamina. Sebelumnya, program telah berhasil disalurkan Pertamina kepada petani tebu di wilayah kerja PTPN X pada periode masa tanam 2016/2017 dan PTPN XI pada periode masa tanam 2017/2018.

Program kemitraan ini juga menjadi wujud kepedulian Pertamina dan PTPN XI sebagai BUMN untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani tebu rakyat dan masyarakat sekitarnya serta dalam mendorong percepatan tercapainya program swasembada gula nasional yang dicanangkan Pemerintah.

"Ini merupakan kerjasama atau sinergi yang baik bagi kami sebagai produsen gula. Semoga sinergi ini dapat berjalan terus, sehingga petani - petani kami yang berjumlah ribuan dapat terus mendapatkan pinjaman modal melalui sinergi yang ada", ujar Kepala Divisi PKBL & CSR PTPN XI Sugiarti

Di kesempatan yang sama, Pertamina juga mengadakan pelatihan Pengelolaan Keuangan di Era Digital yang diikuti lebih dari 100 peserta, dengan menghadirkan Lukas Setyawan, seorang praktisi yang telah berkecimpung lebih dari 5 tahun di industri keuangan. Pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan pengelolaan literasi dan inklusi keuangan mitra binaan Pertamina.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para mitra binaan mengetahui pengelolaan keuangan yang baik secara administrasi pembukuan.

Uswatun Hasanah, pemilik usaha Batik Jokotole Collection Madura menunjukkan antusiasmenya dalam mengikut pelatihan yang diadakan oleh Pertamina tersebut. "Pelatihan ini sangat membantu para pelaku UMKM seperti halnya saya dan membuka wawasan lebih luas serta pencerahan mengenai pengelolaan keuangan di usaha yang masing-masing orang jalani", ujarnya

Kedepannya, Rustam berharap para pelaku UMKM lain juga dapat bergabung menjadi keluarga besar Mitra Binaan Pertamina melalui Program Kemitraan. “Persyaratan untuk bergabung program ini mudah dengan jasa administrasi yang ringan, dan juga banyak manfaat yang dapat diperoleh seperti diikutkan ke pameran nasional maupun internasional dan juga memberikan pelatihan-pelatihan UMKM agar dapat naik kelas dan mendorong penjualan," tutup Rustam. (KS-5)
Komentar