PWI Jatim lapor Kapolda soal perilaku polisi terhadap Harian Duta

Ketua PWI Jatim Ainurrohim. (ks6)
KANALSATU - Eksekusi Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Nomor 9 Surabaya oleh juru sita Pengadilan Negeri Surabaya yang didukung ratusan aparat kepolisian, Rabu (13/11/19), menyisakan masalah. PWI Jawa Timur akan melaporkan aparat kepolisian yang melakukan tindakan tak layak pada redaksi Harian Duta.

Perilaku tak layak yang dilakukan kepolisian itu mengakibatkan infrastruktur kerja keredaksian terganggu, sehingga manajemen Harian Duta yang berkantor di Gedung Astranawa gagal melakukan tugas jurnalistik dan tidak terbit selama tiga hari sejak Kamis (14/11/19) hingga Sabtu (16/11/19).

Kondisi itu terungkap saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bersama pimpinan media menerima pengaduan pimpinan redaksi dan seluruh karyawan Harian Duta di Balai Wartawan A. Aziz PWI Jawa Timur di Surabaya, Kamis (14/11/19).

"Pertemuan ini menghasilkan sejumlah pernyataan sikap. Pertama, PWI Jatim bersama pimpinan media dan pimpinan redaksi Harian Duta akan melaporkan ke Kapolda Jatim tentang perilaku tak layak aparat kepolisian kepada redaksi Harian Duta saat mengamankan proses eksekusi Gedung Astranawa," kata Ketua PWI Jatim Ainurrohim usai pertemuan.

Kedua, ujar Ainurrohim, proses eksekusi Gedung Astranawa tidak mengindahkan keberadaan institusi media massa, yakni Harian Duta, sehingga mengancam kebebasan dan kemerdekaan pers yang dilindungi Undang Undang. Apalagi kegiatan keredaksian Duta terganggu dan tidak bisa menerbitkan koran selama tiga hari.

"Kami kuatir perilaku kepolisian yang seharusnya mengamankan menjadi preseden buruk dan ancaman baru terhadap kemerdekaan pers," tegas Air, sapaan akrab Ainurrohim.

Menurut Air, PWI Jatim akan memberikan fasilitas tempat dan infrastruktur lainnya kepada awak redaksi harian Duta agar tetap bisa bekerja dan menerbitkan kembali korannya. Fasilitas itu diberikan hingga Harian Duta kembali memiliki kantor dan infrastruktur permanen untuk proses kerja jurnalistik secara normal.

Terkait polemik Gedung Astranawa, Ain menyatakan, organisasinya mendorong pembentukan tim independen untuk melakukan kajian terhadap proses hukum yang terjadi dalam kasus eksekusi gedung tersebut.

Selain itu, tambah Air, PWI Jatim juga mendorong para wartawan berkonsentrasi penuh melakukan peliputan terhadap perkembangan masalah Gedung Astranawa secara independen dan proporsional. "Tentu dengan tetap merujuk pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40/1999 tentang Pers, dan regulasi lain mengenai pers nasional." (ks6/ks2)
Komentar