Semen Indonesia Optimalkan Pasar Ekspor

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Sigit Wahono

KANALSATU - PT Semen Indonesia Tbk akan terus menggenjot ekspor sebagai antisipasi kondisi over suplay yang terjadi di industri semen dalam negeri. Salah satu negara yang potensial adalah Tiongkok.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Sigit Wahono mengatakan, 2019 merupakan tahun pertama PT Semen Indonesia mendapatkan pembeli dari Tiongkok. Di negara tersebut saat ini sedang mengalami kekurangan pasokan semen akibat adanya banyak pemberhentian pabrik dikarenakan isu lingkungan.

"Tentu ini menjadi peluang bagus. Tapi kami masih belum tau kontinuitasnya seperti apa di Tiongkok karena ini masih sangat baru dan ekspornya juga masih sedikit,” ujar Sigit saat media gathering wartawan di Badung, Bali, Kamis (7/11/2019).

Dikatakan Sigit, selain Tiongkok, Semen Indonesia juga sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Filipina, dan Timor Leste. "Kami juga punya pasar baru lagi di Maladewa yang saat ini sedang digarap,” lanjutnya.

Untuk pasar dalam negeri, Sigit mengakui memang masih mengalami tekanan. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas produksi semen di Tanah Air telah mencapai 113,1 juta ton. Sedangkan kebutuhan semen di pasar hanya 70 juta ton, sehingga Indonesia mengalami kelebihan kapasitas produksi sekitar 30 juta ton.

Dengan strategi yang dijalankan, kinerja perseroan sepanjang Januari-September 2019 masih mengalami peningkatan sekitar 7 persen atau menjadi 2,9 juta ton.

"Memang kondisi pasar semen dalam negeri saat ini tidak sebagus ekspor. Secara total market mengalami penurunan 2 persen dibanding tahun lalu. Hal tersebut berdampak pada penjualan perseroan yang ikut merosot sampai 4,9 persen hingga September 2019," katanya.

Menurut Sigit, faktor yang mempengaruhi penurunan yaitu adanya agenda pemilu pada semester satu yang membuat sejumlah proyek wait and see sebab pelaku bisnis menunggu kebijakan-kebijakan apa yang akan dikeluarkan pada pemerintahan yang baru.

Sigit berharap di kuartal akhir ini ekonomi bisa kembali bergairah dan proyek-proyek bisa berjalan kembali sehingga penyerapan semen bisa kembali optimal.
(KS-5)
Komentar