PTPN X Tanam Perdana Lahan Agroforestry di Nganjuk

Direktur Operasional PTPN X, Aris Toharisman saat tanam perdana di lahan agroforestry Nganjuk, Kamis (31/10/2019).


KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X terus berupaya menambah areal tanam dengan kembali melakukan penanaman tebu di lahan Agroforestry wilayah kerja Pabrik Gula (PG) Lestari Nganjuk. Rencananya akan dilakukan penanaman lahan seluas 40,275 Ha, yang terdiri dari tiga petak yang tersebar di RPH Ngujung, BKPH Ngujung Barat, dan KPH Jombang, Kebun Sanggrahan, Ds. Sanggrahan, Kec. Gondang, Kab. Nganjuk.

Lahan agroforestry tersebut ditanami varietas unggul baru, dengan potensi produksi 80 Ton/ Ha dan rendemen 9 persen. Program Agroforestry kali ini bekerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jombang

Tanam perdana di lahan agroforestry sebelumnya dilakukan di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, seluas 52,3 Ha.

Direktur Operasional PTPN X, Aris Toharisman mengatakan, hasil dari program Agroforestry di Nganjuk ini nantinya akan dikelola langsung oleh PG Lestari pada musik giling tahun 2020. "Diharapkan dapat menyokong keajegan pasok Bahan Baku Tebu (BBT) di PG Lestari," ujar Aris, Kamis (31/10/2019).

Tanam perdana ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara PTPN X dengan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur untuk melakukan pemanfaatan kawasan hutan untuk kegiatan budidaya tanaman tebu guna mendukung ketahanan pangan. Kerjasama tersebut terkait dengan pengerjaan lahan Perum Perhutani untuk kegiatan penanaman Agroforestry tebu seluas 5.661,5 Ha dan telah mendapat persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2017.

“Selain untuk meningkatkan produktivitas pada musim giling selanjutnya, program Agroforestry ini juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama membangun, melindungi, dan memanfaatkan sumberdaya hutan sebagai penggerak ekonomi di pedesaan,” tambah Aris.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program BUMN Sinergi Agroforestry tebu musim giling 2019, PG Lestari menorehkan cacatan dengan hasil produksi sebesar 72,2 Ton/ Ha dengan Rendemen 8,64 persen. "Hasil evaluasi ini sebagai pelecut semangat untuk terus meningkatkan angka-angka produktivitas ke depannya,” ungkap Aris Toharisman. (KS-5)
Komentar