SBI Catatkan Pertumbuhan Pendapatan

Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir memberikan penjelasan mengenai penggantian merek HOLCIM menjadi DYNAMIX di Hotel Intercontinental, Jakarta. Peluncuran merk DYNAMIX merupakan salah satu langkah strategi Semen Indonesia dalam memperkuat pasar domestik.


KANALSATU - Meskipun pasar semen masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) terus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan memperkecil kerugian secara bertahap. Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, hingga pada akhir September, SBI berhasil kembali mencatatkan laba.

Tren kinerja positif terus berlanjut terdorong oleh program-program efisiensi dan sinergi yang terus dilakukan bersama Semen Indonesia. "Sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan volume penjualan SBI sebesar 2,27 persen dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23 persen menjadi Rp7,7 triliun, dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada periode yang sama tahun 2018," kata Corporate Communications Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Diah Sasanawati melalui siaran pers, Rabu (30/10/2019).

Sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal III/2019 mengalami perlambatan -2 persen menjadi 48,7 juta ton. Meskipun demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada segmen semen kantong khususnya di Jawa Barat, Yogyakarta, Sulawesi dan wilayah Timur Indonesia.

Sedangkan ekspor mengalami kenaikan 15,38 persen menjadi 4,7 juta ton.

Laba bruto meningkat 37,71 persen dan EBITDA melonjak hingga 68,82 persen.

Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi yang terbukti berhasil
menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional. Biaya operasional turun 10,47 persen dikontribusikan oleh penurunan pada beban distribusi 3,08 persen dan penurunan beban penjualan 47,68 persen.

Beragam upaya yang dilakukan oleh perusahaan seperti peningkatan utilisasi pabrik dan program transformasi biaya, mampu memberi kontribusi pada total penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,47 persen. Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan tercatat mencapai Rp665 milyar, dibandingkan kerugian pada periode
yang sama tahun 2018.

SBI juga mampu bangkit dari keterpurukan sejak tahun 2015 dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp134 milyar jika dibandingkan kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.
Setelah meluncurkan Dynamix sebagai merek baru pada akhir September lalu, SBI kini gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelanggan dan para pemangku kepentingan melalui beragam program.

Ke depan, SBI akan terus fokus untuk melanjutkan tren positif ini guna terus memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional, serta fokus pada program-program penambahan nilai untuk konsumen baik dari produk, solusi, maupun layanan pelanggan. (KS-5)
Komentar