Bosch Dukung Pengembangan Industri 4.0 di Indonesia

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell di Surabaya, Jumat (18/10/2019).


KANALSATU - Bosch, perusahaan penyedia teknologi dan layanan global mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia. Terlebih setelah Presiden Joko Widodo menetapkan roadmap revolusi industri 4.0 pada pertengahan tahun lalu.

Peluncuran peta jalan “Making Indonesia 4.0” oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini makin mendorong permintaan terhadap solusi pabrik yang terkoneksi dan proses manufaktur otomatis. ”Bosch mendukung bisnis dan pabrikan lokal di Indonesia melalui berbagai solusi otomatisasi lintas domain berkat kemampuan dan kompetensi kami yang mampu menjangkau berbagai industri, mulai dari industri otomotif, makanan dan minuman, hingga percetakan dan pengemasan,” kata Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell di Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Baru-baru ini, Bosch berpartisipasi dalam ajang INDI 4.0 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian. Dalam kesempatan tersebut Boach menampilkan berbagai solusi terhubung serta proses manufaktur otomatis, seperti Connected Industrial Software Solution (CISS), IoT Gateway, ActiveCockpit dan Asset Tracing Solution (TRACI).

"Solusi-solusi tersebut memungkinkan para pelaku bisnis untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan dan efisiensi energi pada proses manufaktur mereka," jelasnya.

Powell menambahkan, mengakhiri tahun fiskal 2018 Bosch mencatatkan kinerja positif dengan nilai penjualan terkonsolidasi di Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun, meningkat delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada tahun ini, Bosch Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding tahun lalu. Bosch Indonesia optimistis kinerjanya di tahun ini mengalami pertumbuhan double digit. 

“Sejak tahun 2016, pertumbuhan penjualan produk Bosch di Indonesia selalu naik double digit. Di tahun ini kami berharap pertumbuhan kinerjanya bisa lebih besar lagi atau minimal sama dengan tahun lalu," ujar Powell di Surabaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sepanjang 2018, Bosch berhasil mempertahankan pertumbuhan di semua sektor bisnis dan memperkuat kehadirannya di platform e-commerce, serta meningkatkan visibilitas untuk solusi terkoneksi dan terotomatisasi yang dimiliki.  Saat ini perusahaan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan. 

Bosch, ujarnya, berkomitmen untuk menghadirkan produk berteknologi mutakhir yang inovatif. Pada Divisi Mobility Solutions misalnya, Bosch berhasil menghadirkan Electronic Control Unit (ECU) dengan label "Made in Indonesia" untuk pertama kalinya pada 2018. ECU tersebut diproduksi di fasilitas powertrain Cikarang, Jawa Barat.

Permintaan lokal untuk ECU berlanjut pada 2019 dan perusahaan telah mendapatkan pesanan untuk beberapa tahun ke depan. Pengenalan stasiun pengisian EV untuk kendaraan hibrida dan listrik dari divisi Automotive Aftermarket turut berkontribusi pada keberhasilan sektor ini. 

"Sementara, pertumbuhan di sektor bisnis Consumer Goods terdorong lewat kehadiran produk-produk Bosch yang lebih kuat di semua platform e-commerce, serta penyelesaian proyek apartemen mewah untuk South Hills Residences di Jakarta," tambahnya. 

Divisi Building Technology meluncurkan rangkaian produk ‘Loud & Clear’ dari Electro Voice dan Dynacord serta memperkenalkan Aviotec Video Fire Detection Camera untuk berbagai industri. Sektor bisnis Industrial Technology secara khusus berfokus pada otomatisasi pabrik dan manufaktur terdepan. 

Tahun lalu, divisi Termotechnology mengirim boiler industri ke pabrik perawatan kulit dan ban terbesar di Indonesia. Selain itu Bosch Rexroth, divisi Drive and Control, juga memperkenalkan berbagai komponen hidraulis dan sistem penggerak untuk industri minyak sawit dan pertambangan, seperti CytroPac dan Hagglunds, serta membuka pusat layanan baru di Balikpapan. (KS-5)

Komentar