Le Minerale Perluas Pasar Ekspor

Presiden Direktur Mayora Group, Andre Sukendra Atmadja (empat dari kiri), Kepala BPOM Penny K. Lukito (lima dari kiri) dan Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf (tiga dari kanan) saat pelepasan kontainer perdana Le Minerale ke Singapura, Rabu (16/10/2019).


KANALSATU - Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Le Minerale semakin memperluas jangkauannya di pasar internasional. Setelah sukses menembus pasar ekspor ke beberapa negara seperti Filipina, Brunei Darussalam, Papua New Guinea, sekarang Le Minerale mengembangkan pasarnya ke Singapura.

Ekspor yang dilakukan air mineral produksi PT Mayora Indah Tbk ini membuktikan kualitas produk dalam negeri mampu bersaing di ranah mancanegara. Presiden Direktur Mayora Group, Andre Sukendra Atmadja mengatakan, sejak berdiri pada tahun 2015, Le Minerale senantiasa memperhatikan kualitas produk air mineral yang dihasilkan. Dari langkah awal, Le Minerale berasal dari sumber terpilih dan mengandung mineral alami yang dibutuhkan oleh tubuh.

Proses produksinya pun tidak tersentuh oleh tangan manusia dan diakhiri dengan proses pengemasan yang dilengkapi dengan mineral protection system untuk menjaga kandungan air mineral serta membuatnya aman dari pemalsuan. "Tak mengherankan apabila Le Minerale berhasil menembus pangsa pasar Singapura yang kerap dijuluki Negeri Seribu Larangan, karena ketatnya peraturan yang diterapkan dalam negara tersebut," kata Andre saat pelepasan ekspor perdana Le Minerale ke Singapura, Rabu (16/10/2019).

Total AMDK yang diekspor Mayora ke negara singa itu sebanyak dua kontainer senilai kurang lebih Rp 100 juta. Masing-masing kontainer berisi 800 karton dengan ukuran 600 ml dan 1,5 liter.

Mayora grup sendiri telah banyak mengekspor berbagai produk makanan dan minuman siap konsumsi ke 100 negara. Kontribusi ekspornya telah mencapai 50 persen dari total penjualan perseroan.

”Tapi khusus ekspor Le Minerale ini memang porsinya masih kecil, di bawah 10 persen dari total produksi yang ada,” katanya.

Masyarakat Singapura memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya air mineral. Tuntutan aktivitas yang tinggi, membuat warga Singapura menyadari bahwa penting bagi tubuh untuk mendapatkan asupan air mineral yang rutin dan berkualitas.

Meski negara ini menyediakan air keran gratis, banyak warga yang lebih memilih air mineral dalam kemasan demi tujuan menjaga kesehatan. Andre menambahkan, ekspor yang dilakukan memiliki misi
untuk membuktikan bahwa produk dengan merek Indonesia juga berkelas dunia sehingga dapat bersaing dengan produk global.

"Pencapaian Le Minerale kali ini, menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa mempertahankan kualitas serta memberikan produk terbaik agar dapat merambah pangsa pasar ke negara lainnya. Mayora berharap prestasi ini dapat memberikan inspirasi dan pada akhirnya membuat kita semakin bangga dengan produk Indonesia," ujarnya.

Kerjasama ekspor Le Minerale ke negara Singapura kali ini, diharapkan juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian negara.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito, menambahkan, pihaknya optimis produk mamin asal Indonesia mampu mengepakkan sayap dalam perdagangan global. BPOM juga menyatakan siap untuk memfasilitasi perusahaan obat dan makanan yang ingin merambah pasar luar negeri.

Pihaknya telah memberikan kemudahan dalam proses pengurusan izin edar serta telah melakukan deregulasi guna mempermudah pengusaha yang ingin melakukan ekspor. ”Standar-standar dan kemudahan izin untuk ekspor telah diperbaiki dan kini sudah online, transparan. Jadi tidak perlu lewat calo dan pasti lebih cepat,” urainya.

Saat ini BPOM telah memberikan fasilitas berupa aplikasi Surat Keterangan Ekspor (SKE) secara online, digital signature untuk SKE produk pangan, dan fasilitas export consultation desk. ”SKE ini merupakan surat keterangan yang digunakan untuk produk yang akan ekspor dan yang menyatakan bahwa produk itu layak konsumsi dan telah bebas diperjualbelikan di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, produk AMDK sekarang terus berkembang sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin gemar mengkonsumsi air mineral sehat. Karena itu, BPOM sendiri terus mendorong berbagai perusahaan AMDK agar mau mendaftarkan produknya untuk diuji.

”AMDK jadi perhatian khusus BPOM karena merupakan produk yang masuk kategori berisiko tinggi dan jangan sampai mengandung bahan berbahaya. Sehingga mereka harus bisa memenuhi keamanan dan kualitas produknya,” jelasnya. Hingga saat ini, sudah ada 5.600 izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM dalam 5 tahun terakhir untuk produk AMDK.
(KS-5)
Komentar