Wakaf Bisa Jadi Sarana Penguatan Ekonomi Rakyat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wapres Jusuf Kalla meresmikan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

KANALSATU - Hingga saat ini wakaf sebagai instrumen keuangan belum mampu dioptimalkan dalam membangun ekonomi umat. Padahal, potensi wakaf di Indonesia sangat besar dan dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi ummat islam.

"Jika dikelola dengan baik, saya yakin potensi tersebut akan membawa dampak perubahan yang sangat besar bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada peresmian Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Menara Baru Masjid Jami' Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/10/2019).

Berdasarkan data yang dirilis Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI), potensi aset wakaf tunai per tahun mencapai lebih dari Rp100 triliun, dengan realisasi sekitar Rp 400 miliar di tahun 2018.

"Literasi masyarakat kita akan wakaf masih sangat minim. Tidak sedikit yang memandang wakaf tidak ada bedanya dengan donasi atau zakat. Padahal konsep diantaranya sangat berbeda. Nah inilah nanti yang menjadi tantangan utama pemanfaatan wakaf secara massif," imbuhnya.

Terkait dengan peresmian Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor yang membuka program Pascasarjana Wakaf, Khofifah berharap Indonesia memiliki lebih banyak lagi pakar manajemen wakaf yang dapat menggerakkan pemberdayaan ummat berbasis wakaf.

Oleh karena itu, lanjut Khofifah, dengan hadirnya pendidikan pascasarjana yang fokus pada wakaf dirinya optimistis akan semakin banyaknya SDM yang memiliki kompetensi di bidang wakaf dan dapat mengembangkan lembaga wakaf lebih baik lagi. Tentu saja dengan memadupadankan antara teknologi dan informasi.

Ia menambahkan, Indonesia sudah sepatutnya bersyukur dengan keberadaan pondok modern Darussalam Gontor ini. Sebab, sebagai lembaga pendidikan, Pondok Gontor melahirkan banyak alumnus berkiprah untuk negara ini dan menempati banyak posisi strategis.

Hingga saat ini, Pesantren Gontor sudah memiliki 20 pesantren cabang di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 34 ribu santri.
"Jawa Timur lebih bersyukur lagi karena induk pesantren modern Gontor ada di Jawa Timur. Semoga Jawa Timur menjadi sumber ilmu bagi para pencari ilmu khususnya bagi yang ingin mendalami ilmu agama di pesantren," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil presiden Jusuf Kalla mendorong Pondok Modern Darussalam Gontor terus mengikuti perkembangan teknologi. Menurut JK, perkembangan teknologi yang semakin pesat penting diajarkan di dunia pendidikan sehingga generasi muda tak semakin tertinggal dari negara lain.

"Modernisasi saat ini memang sudah menjadi bagian dalam seluruh aspek kehidupan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi modern juga harus selalu digunakan ke arah yang positif," ujarnya.

Karenanya, selain pengetahuan dalam hal teknologi tapi juga harus diimbangi dengan pendidikan yang baik. Seperti yang sudah diterapkan pada Pondok Modern Darussalam Gontor ini. (KS-5)
Komentar