Pemprov Jatim Antar Warga Ke Daerah Asal Pasca Insiden Wamena

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama warga Jatim yang baru saja kembali dari Wamena, Papua.

KANALSATU - Sebanyak 38 orang warga Jawa Timur yang semula berdomisili di Wamena, Papua kembali ke kampung halamannya setelah terjadinya insiden di kota ibu kota Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Sebelumnya mereka dijemput oleh tim dari Pemprov Jatim dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka tiba di Semarang menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Mereka kemudian dijemput tim dari Pemprov Jawa Timur menuju tempat transit di Surabaya. Ke-38 orang yang baru tiba tersebut 32 orang berasal dari Sampang, Madura; 4 orang dari Mojokerto, dan 2 orang asal Lumajang.

Mereka diberangkatkan dengan menggunakan satu buah bus mikro dan dua mini bus dari Asrama Transito Dinas Ketenagakerjaan Jawa Timur, di Surabaya. Kepulangan mereka didampingi oleh tim dari Dinas Sosial dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Jawa Timur sampai diserahterimakan kepada Dinsos setempat.

"Sebelumnya di media sosial beredar permintaan sejumlah warga asal Jawa Timur yang ingin dipulangkan. Kami koordinasi baik yang sedang di Wamena, Sentani dan Jayapura serta yang telah dalam perjalanan kembali ke Jawa Timur. Ini bagian dari respon Pemprov Jatim atas permintaan tersebut," ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Minggu (29/9/2019).

Khofifah mengatakan, sesaat setelah kedatangan mereka, Pemprov Jatim segera melakukan pendataaan dan berkoordinasi dengan pemkab daerah tujuan. Seluruh warga Jatim yang kembali dari Wamena pun diberikan bantuan berupa uang tanggap darurat dan sembako.

"Kami mengupayakan yang terbaik untuk seluruh warga Jatim yang berada di perantauan sana (Wamena-red)," ujarnya.

Terkait masih adanya warga Jatim yang berada di Wamena, Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Timur telah berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat Jatim di Wamena, juga dengan TNI AU dan mengupayakan Hercules guna mengangkut seluruh pengungsi asal Jawa Timur. Koordinasi juga dilakukan dengan Dirjen Perhubungan Laut bagi yang ingin kembali dengan kapal.

Pemprov Jatim mulai hari ini juga membuka posko di Jayapura untuk memudahkan koordinasi.

Khofifah meminta kepada warga asal Jatim untuk tidak terprovokasi atau termakan hasutan yang dapat menimbulkan kekhawatiran, ketakutan dan atau memunculkan konflik baru. Ia menegaskan bahwa seluruh anak bangsa harus mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Sore ini saya akan bertemu dengan Bupati Mimika. Saya juga terinfo ada warga Jatim yang di evakuasi di Mimika. Ini akan kita koordinasikan," tuturnya.

Khofifah berharap situasi di Wamena bisa segera kembali normal sehingga aktivitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian berjalan lancar. (KS-5)
Komentar