Gubernur Jatim Dorong Pengembangan Industri Petrokimia

Gubernur Jawa Timur Khhofifah Indar Parawansa (kiri) saat peletakan batu pertama pembangunan Gresik Amonia Receiving/ Storage Terminal di Kawasan Industri Maspion Manyar, Gresik, Rabu (25/9/2019).

KANALSATU – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan terus mendorong pengembangan industri petrokimia di Jawa Timur. Menurutnya, industri petrokimia perlu mendapatkan perhatian khusus lantaran berstatus sebagai industri padat modal, padat teknologi, dan membutuhkan energi dalam jumlah besar.

”Tentu saja tanpa mengesampingkan aspek lingkungan. Saya ingin industri petrokimia bisa berkembang semakin besar di JawaTimur namun tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” ungkap Khofifah saat peletakan batu pertama pembangunan Gresik Amonia Receiving/ Storage Terminal di Kawasan Industri Maspion Manyar, Gresik, Rabu (25/9/2019).

Gubernur menyatakan, perkembangan industri petrokimia di Jawa Timur tentu saja akan berdampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian Jawa Timur. Ia optimistis industri ini akan mendorong tumbuhnya industri turunan Petrokimia yang bisa menjadi bahan baku berbagai industri hilir. Apalagi, dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, industri petrokimia ditetapkan sebagai salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan Revolusi Industri 4.0.

Sementara itu, Direktur Utama PT Parna Maspion Industri Nahot Parsadaan Napitupulu mengatakan nilai investasi proyek pembangunan Gresik Amonia Receiving mencapai angka 17 juta Dollar AS. Nahot yakin bahwa pasca pembangunan Gresik Amonia Receiving ini maka industri turunannya juga akan ikut tumbuh mengingat ammonia adalah industri kimia dasar yang memiliki banyak industri turunan seperti industri pupuk, MSG, Lysin, Ammonium Nitrat, caprolactam (nylon 6) serta soda ash.

”Nantinya fasilitas tangki ini bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 30 orang karyawan untuk operasi, untuk industri sekitar 100 orang. Sedangkan industri turunannya diharapkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 200 orang,” imbuhnya.

PT Parna Maspion Industri akan membangun Gresik Amonia Receiving berkapasitas 6000 ton di atas lahan 11 ribu meter persegi. Dengan tangki tersebut industri ini akan memenuhi kebutuhan amonia di Pulau Jawa yang diperkirakan sekitar 300 ribu ton amonia per tahun.

Direncanakan pembangunan dilakukan dalam waktu 18 bulan dan ditargetkan dapat mulai beroperasi komersial pada semester pertama tahun 2021. Adapun Gresik Amonia Receiving dilengkapi dengan fasilitas blending aquos ammonia dan tangkinya. Untuk pasokan tangki didukung oleh Kapal Amonia yang saat ini dimiliki oleh PT. Pelayaran Artha Samudera (Parna Raya Group), juga truk-truk pengangkut baik yang akan dimiliki sendiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

PT Parna Maspion Industri sendiri merupakan perusahaan investasi dalam negeri dengan pemegang saham PT. Parna Raya, PT. Amonia Jatim Energi (Maspion Group), PT. Rodamas dan PT. Bara Perkasa Investama. (KS-5)
   

Komentar