BFI Srikandi Targetkan 1.200 Kustomer Hingga Akhir Tahun

Area Manager Surabaya PT BFI Finance Indonesia, Tbk, Nuzul Ittaqa saat membuka Lomba Mewarnai di BG Junction, Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

KANALSATU - PT BFI Finance Indonesia Tbk menargetkan nasabah BFI Srikandi bisa mencapai 1.200 kustomer hingga akhir tahun ini. Saat ini, kustomer untuk program layanan pembiayaan secara inklusif bagi perempuan Indonesia ini mencapai 600 orang di wilayah Surabaya.

"Pertumbuhan ekonomi dan bisnis di Surabaya sangat stabil. Terutama untuk mikro, banyak sekali perempuan yang memiliki usaha-usaha mikro yang membutuhkan pembiayaan," kata Area Manager Surabaya PT BFI Finance Indonesia, Tbk, Nuzul Ittaqa ketika ditemui disela program Pekan Raya Srikandi di Surabaya, Sabtu (21/9/2019). Jumlah kustomer BFI Finance terus mengalami peningkatan rata-rata 20 persen per bulan.

"Mereka sebagian besar adalah untuk pembiayaan di sektor produktif, seperti UKM makanan minuman, pedagang kelontong, jualan online, dan sebagainya dengan rata-rata nominal pinajaman senilai Rp 5 juta-6 juta per nasabah," ulas Nuzul.

Dikatakan Nuzul, meskipun hanya tersisa tiga bulan menjelang akhir tahun, ia optimistis target yang ditetapkan bisa tercapai.

Sementara itu hingga akhir tahun 2019 ini, BFI Finance wilayah Surabaya menargetkan realisasi penyaluran pembiayaan secara total sebesar Rp 1 triliun. Dan hingga akhir Agustus lalu sudah tercapai sekitar 90 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk terus menyosialisasikan program ini adalah dengan menggelar kegiatan mingguan. Kali ini BFI area Surabaya menggelar Lomba Mewarnai yang diikuti sekitar 500 siswa TK di Surabaya.

Dalam mendukung program peduli lingkungan di Surabaya, acara ini memiliki proses pendaftaran yang berbeda, yaitu bagi para pendaftar wajib memberikan 3 botol 1,5L atau 5 botol 700ML botol plastik minuman bekas agar dapat menjadi peserta pada acara Pekan Raya Srikandi “Tumbuh dan Lestari bersama BFI ”. Dengan menukarkan botol plastik tersebut maka para peserta akan mendapatkan souvenir berupa bibit tanaman.

Botol Plastik yang sudah terkumpul akan diberikan kepada Bank Sampah Induk Surabaya. "BFI Finance sadar betul, bahwa persoalan ekologi tidak bisa diselesaikan hanya oleh sekelompok orang. Tapi harus melibatkan semua kalangan, karena ini merupakan masalah bersama. Dengan adanya program ini, kita sedang melakukan pendidikan pada anak-anak untuk lebih mengenal peran penting lingkungannya dalam jangka pendek dan jangka panjang," ujar Nuzul. (KS-5)
Komentar