Kadin Dorong Perlindungan Bagi Industri Fashion Lokal

Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi

KANALSATU - Kamar dagang dan industri (Kadin) Jatim melalui Kadin Institut mendorong perlindungan bagi industri fashion lokal dari serbuan produk impor. Terutama impor pakaian bekas.

Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi mengatakan perlindungan ini sangat penting, sebab saat ini bidang usaha fashion atau pakaian di Jatim mulai tumbuh bagus sekitar 8,7 persen.

Pertumbuhannya bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi rata-rata yang berada di angka sekitar 5,72 persen.

"Pertumbuhan fashion di Jatim cukup bagus, lha kok barang bekas di import oleh beberapa oknum, hal ini harus dicegah," kata Jamhadi kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

Ia mengatakan, pakaian bekas impor yang masuk bisa merusak pasar fashion yang sedang bagus di Jatim, selain itu dikhawatirkan dari sisi kebersihan dan kesehatan sangat rawan dan mengkhawatirkan.

Menurutnya, perlindungan konsumen khususnya masyarakat Jatim dari pakaian bekas impor juga harus dilakukan karena selain dilarang pemerintah juga berbahaya khususnya terhadap kebersihannya.

"Oleh karena itu, kami melalui Kadin Institut akan melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait hal ini, sebab sesuai dengan penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2015, tentang Larangan Impor Pakaian Bekas," katanya.

Dengan adanya dorongan dan sosialisasi tersebut, diharapkan akan melindingi konsumen di Jatim serta menjaga produsen fashion yang sedang tumbuh bagus.

"Harus kita galakkan untuk menolak pakaian bekas impor, hal ini juga untuk menjaga kesehatan masyarakat Jatim," tuturnya. (KS-5)
Komentar