Harga Naik, Emas Perhiasan Picu Inflasi Jatim

ilustrasi : emas perhiasan

KANALSATU – Naiknya harga emas dunia turut mempengaruhi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur. Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Agustus 2019 di delapan kota IHK Jatim menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.

”Kenaikan harga beberapa komoditas menyebabkan kenaikan IHK sebesar 0,12 persen yaitu dari 135,57 pada bulan Juli 2019 menjadi 135,74 pada bulan Agustus 2019,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Senin (2/9/2019). Tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di bulan Agustus 2019 ialah emas perhiasan, biaya sekolah dasar, dan cabai rawit.

Dikatakan Teguh, pada Bulan Agustus, harga emas perhiasan masih mengalami kenaikan mengikuti harga emas dunia, sehingga menjadi komoditas utama pendorong inflasi. Biaya sekolah dasar juga menjadi komoditas pendorong inflasi disebabkan kenaikan pada tahun ajaran baru. Selain itu cabai rawit juga masih menjadi komoditas yang mengalami kenaikan. Setelah pada bulan sebelumnya mengalami kenaikan, efeknya masih dirasakan sampai bulan Agustus.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menjadi penghambat terjadinya inflasi di bulan Agustus 2019. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah bawang merah, tomat sayur, dan tarif angkutan udara.

Harga bawang merah mengalami penurunan disebabkan melimpahnya pasokan di pasaran dikarenakan adanya panen raya di beberapa daerah sentra penghasil bawang merah. ”Hal yang sama juga terjadi pada komoditas tomat sayur yang mengalami penurunan harga disebabkan banyaknya pasokan di pasaran,” tuturnya.

Selain itu, tarif angkutan udara masih menjadi komoditas penghambat inflasi seperti bulan sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari peraturan pemerintah yang menurunkan tarif pesawat berbiaya murah (low cos carrier/LCC) untuk beberapa rute penerbangan di hari-hari yang telah ditentukan.

Sementara itu, dari delapan kota IHK di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Jember yaitu mencapai 0,33 persen, diikuti Probolinggo sebesar 0,27 persen, Malang sebesar 0,19 persen, Surabaya sebesar 0,11 persen, Sumenep sebesar 0,10 persen, Banyuwangi sebesar 0,08 persen, dan Madiun sebesar 0,04 persen. Sedangkan kota yang mengami deflasi yaitu Kediri sebesar 0,23 persen. (KS-5)

Komentar