PGT-A Tingkatkan Keberhasilan Bayi Tabung

(Ki-ka) dr. Ali Mahmud, SpOG K-FER, Prof. Arief Boediono, PhD, Dr. dr. Amang Surya, SpOG., F-Mas dan dr Benedictus A, MPH., SpOG (K)., FICS saat launching PGT-A di Surabaya.

KANALSATU - Kehadiran bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) sudah diterima sebagai salah satu teknologi reproduksi kehamilan berbantu. Meski demikian, hingga saat ini keberhasilan IVF berada pada tingkat keberhasilan yang belum optimal.

Saat ini keberhasilan program IVF berada berkisar 40-50 persen. "Hal ini berkaitan dengan kelainan kromosom embrio yang menempati 80 persen dari penyebab kegagalan program IVF," kata Dr. dr. Amang Surya P, SpOG., F-Mas saat pers conference launcing PGT-A di National Hospital, Surabaya, Minggu (1/9/2019). E

Embrio yang aneuploidy (mempunyai kelainan kromosom) tidak dapat berkembang dengan normal sehingga umumnya akan terjadi kehamilan atau keguguran.

"Nah PGT-A atau Preimplanation Genetic Testing for Aneuploidy bisa mengidentifikasi embrio aneuploidy sehingga hanya embrio dengan jumlah kromosom normal yang ditanamkan ke dalam rahim. Penelitian membuktikan, dengan PGT-A keberhasilan program IVF mengalami peningkatan yang signifika, bahkan mencapai 98 persen," tutur Dr. Amang.

Selain meningkatkan keberhasilan IVF, kelebihan PGT-A lainnya adalah menurunkan biaya penyimpanan freezing embrio karena hanya embrio dengan jumlah kromosom normal saja yang disimpan beku. PGT-A juga memungkinkan dilakukannya transfer embrio tunggal sehingga menurunkan kemungkinan kehamilan multipel (kembar dua maupun lebih) yang merupakan kehamilan beresiko.

Yang terakhir, PGT-A juga mengeliminasi faktir usia ibu sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan IVF. "Dengan PGT-A, tingkat keberhasilan IVF pada wanita usia yang lebih tua sama dengan wanita usia muda," ujar Prof Arief Boediono, PhD.

Perempuan yang hamil dengan usia di atas 35 tahun disarankan menggunakan metode ini karena kemungkinan embrio aneuploidy-nya tinggi. (KS-5)
Komentar