DKRTH Edukasi Warga Manukan Kulon Wujudkan Surabaya Jadi Smart City



KANALSATU - Surabaya terus bergerak menuju Smart City atau kota cerdas. Untuk mewujudkannya, seluruh warga di kampung-kampung musti ikut bergerak dalam berbagai bidang.

Salah satunya di bidang lingkungan atau smart environment yang meliputi smart energy, smart water, air dan land management, serta smart waste management. Selain itu, edukasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengolah sampah organik maupun plastik, penghijauan, gotong royong serta kebiasaan peduli lingkungan pun harus dilakukan.

Kabid Kebersihan DKRTH Agus Hebbi Djuniantoro mengungkapkan, perkembangan yang dinamis akan mampu membawa dampak positif pada masyarakat dan lingkungan. “Tapi yang lebih penting lagi adalah niatan dari setiap warga yang ada di sini,” terang Agus usai sosialisasi Surabaya Smart City (SSC) di Manukan Kulon, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, Kelurahan Manukan memiliki lingkungan bersih dan semuanya turut serta dalam sosialisasi ini. “Ini menunjukkan untuk menjadi juara. Lingkungan dapat, circular ekonomi dapat, dan kepedulian lingkungan juga dapat. Jadi kami menambahkan kepada mereka untuk mendokumentasikan apa yang mereka lakukan. Baik untuk anak-anak, ibu-ibu, dan lansia. Kalau semua ini dikemas dengan apik, maka akan menjadi energi positif bagi masyarakat sendiri,” jelasnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Manukan Kulon M. Rachmatullah Al Amin menambahkan, selain menciptakan lingkungan asri dan ruang terbuka hijau, smart inovasi usia anak, pemuda, bapak, ibu, sampai usia lanjut juga edukasi rasa memiliki kampung yang nyaman harus ada.

“Seperti halnya kita tempatkan tempat puntung rokok di beberapa titik tempat sepanjang gang kampung. Setidaknya kita mengedukasi merokok pada tempat yang telah disediakan, dan sarana tempat berkumpul bersama warga,” ujarnya. Selain itu setiap rumah juga wajib menanam tanaman terutama lidah buaya.

Nantinya, akan ada rencana pengembangan produk lidah buaya. “Dulu sudah pernah tetapi sekarang mulai digalakkan lagi dari awal. Karena tidak sedikit juga warga baru atau pindahan. Istilahnya lain penghuni juga,” imbuhnya.

Ketua LPMK yang biasa dipanggil Boy Amin juga memaparkan, 15 RW 124 RT di sini masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda satu sama lain. Seperti RW 1 yang memiliki inovasi membuat pupuk cair organik. “Ini dibuat dari limbah organik masyarakat, sisa makanan masyarakat dibuat sedemikian rupa dengan bahan-bahan yang ada di masyarakat. Dijual dengan harga murah di masyarakat sendiri. Serta di RW 8 ada yang sangat kreatif, mereka membuat jenang dari rumput laut, dan ada kripik juga,” paparnya.

Boy menyebutkan, wilayah ini juga memiliki potensi menjadi kampung wisata karena terdapat 2 area foodcourt, yang masing-masing memiliki potensi nilai jual ekonomi.

Pihaknya berharap dengan adanya sosialisasi SSC ini, masyarakat paham apa itu SSC sebagai ruh Smart City Yang berarti peran serta masyarakat mulai anak-anak hingga lansia itu dituntut aktif di dalam proses lomba SSC. “Tidak sampai pada SSC saja. Ke depan diharapankan bisa berkesinambungan dan berperan serta dalam membangun lingkungannya,” pungkasnya. (KS-5)
Komentar