BBI Kuatkan Posisi di Industri Manufaktur Engine Nasional


KANALSATU - PT Boma Bisma Indra (BBI) berusaha memperkuat posisinya di industri manufaktur mesin nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Doosan Infracor.

Direktur Utama BBI Yoyok Hadi Satriyono menyampaikan, kerjasama ini akan menjadi milestone bagi BBI dalam pembangunan Manufaktur Engine Nasional.

“Kami akan mengoptimalkan seluruh kompetensi untuk menguatkan positioning perusahaan dalam khususnya mesin diesel serta mesin gas," ujar Yoyok di Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Hal ini sejalan dengan visi BBI untuk mendukung program lokal konten dan meningkatkan peran strategis serta perluasan market melalui global supply chain Doosan.

Yoyok juga menambahkan, saat ini aplikasi produk menggunakan Biodiesel B30. Ke depan, akan dilakukan pengembangan roduk B60 di tahun depan dan produk B100 pada 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mendorong BUMN untuk terus meningkatkan ekspansi bisnis demi mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan. Kerja sama ini merupakan komitmen kedua belah pihak untuk memenuhi kebutuhan mesin diesel nasional.

Proyek Manufaktur Engine Nasional ini dimaksudkan untuk membangun kembali manufaktur mesin diesel dan gas di Indonesia yang didukung oleh Doosan Infracore.

Selain itu, kerja sama ini merupakan upaya kedua belah pihak untuk mendukung program Pemerintah dalam pemenuhan National Capacity Building (NCB) untuk mesin nasional. Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan bisnis mesin mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel dengan cara transfer for technology (TFT).

Produk mesin diesel ini ditargetkan dapat memenuhi pasar Indonesia untuk mesin kelautan, alat berat & pertanian, genset, dan lain-lain.

Menteri Rini mengungkapkan, hasil produk BBI-Doosan diharapkan dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh BUMN dan perusahaan nasional lainnya dalam rangka substitusi impor yg sekaligus memperkuat pohon industri di bidang industri permesinan.

“Saya menyambut baik kerjasama ini. Terima kasih kepada Doosan Infracore yang telah berkenan untuk bekerjasama dengan BBI dalam meningkatkan kapasitas produksi mesin diesel dan gas nasional dengan kapasitas 4.000 unit per tahun. Saya terinformasi bahwa BBI dan Doosan sepakat untuk mengembangkan bisnis mesin mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel desain sendiri dengan cara transfer for technology (TFT). Ini terus kita dukung,” ungkap Menteri Rini.

Di acara yang sama juga dilakukan penandatanganan kerjasama yang melipatkan sinergi 9 BUMN pengguna mesin diesel BBI-Doosan yaitu PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahar, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT PAL, PT Kereta Api Indonesia, PT PINDAD, PT Barata Indonesia, PT Industri Kereta Api dan PT Pelayaran Nasional Indonesia.

“Sinergi seperti ini yang terus saya dorong dan semoga  BUMN-BUMN yang sudah bersinergi terus  berkomitmen dapat untuk mengembangkan mesin dengan teknologi terbaru yang tentunya memenuhi semua persyaratan dan sertifikasi yang dibutuhkan, sehingga produk kita dapat menjadi pemain besar," ungkap Menteri Rini.

Sementara itu, Executive Vice President Doosan Infracore Dr Joon Ho Yoo mengatakan Doosan telah menemukan mitra strategis yang mendukung fokus Doosan dalam manufaktur engine di Indonesia.

Ditambahkannya, kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam perluasan bisnis mesin di kawasan Asia Tenggara. (KS-5)
Komentar