Disnak Jatim Gelar Bazar Ternak

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Wemmi Niamawati (dua dari kiri) bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono saat pembukaan bazar ternak.

KANALSATU - Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mulai menggelar Bazar Ternak. Di bazar ini terdapat 11 stand yang terdiri dari tiga stand ternak sapi dan delapan stand ternak kambing dengan total ternak sebanyak 400 ekor.

"Di bazar ini disediakan 50 ekor sapi dan 350 ekor kambing," kata Kepala Dinas Peternakan Jatim, Wemmi Niamawati di Kantor Dinas Peternakan Prov. Jatim, Jl. Ahmad Yani 202 Surabaya, Kamis (8/8/2019). Selain bazar ternak, Disnak Jatim juga melepas Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Ante Mortem-Post Mortem Ternak tahun 2019.

Wemmi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara penjualan, penyediaan dan pemilihan hewan qurban, serta penjaminan status kesehatan hewan qurban.

"Kami harap bazar ternak qurban ini dapat mengedukasi atau menjual hewan qurban yang sehat berdasarkan berat badan dan bukan lewat taksiran. Sehingga terjadi kepastian harga antara penjual dan pembeli," ujarnya. Selain itu juga diharapkan dapat memastikan hewan qurban yang dijual telah diperiksa oleh Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan dan mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan.

Untuk tim pemeriksa kesehatan hewan Ante Mortem-Post Mortem hewan qurban dilakukan secara simbolis kepada 300 petugas baik medik veteriner (dokter hewan) maupun paramedik veteriner dengan total petugas se Jatim sebanyak 1.250 orang.

Pada kesempatan yang sama,
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono memastikan penyembelihan hewan qurban yang dilakukan di Jatim harus dilakukan secara baik dan benar. Sehingga, hasil penyembelihannya dapat menghasilkan daging yang halal.

"Pesan ibu Gubernur Khofifah, setiap hewan qurban yang ada di Jatim harus terjaga kesehatannya dan sebelum dilakukan penyembelihan harus dilakukan dengan baik dan benar, sehingga menghasilkan daging yang halal ketika dikonsumsi oleh masyarakat," ungkap Sekdaprov Heru Tjahjono.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan harus bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan hewan qurban atau ternak kepada masyarakat. Terutama, mendekati Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah.

Heru menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu pada saat melakukan kunjungan di Rumah Potong Hewan (RPH) di Pegirian Surabaya, Gubernur Jatim menekankan kepada RPH untuk berhati-hati dalam setiap melakukan pemotongan. Tak hanya itu, hewan yang datang di RPH harus bisa dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat dan siap dipotong.

"Maka guna menindaklanjuti pesan dari ibu gubernur bahwa hewan qurban harus sehat dan siap potong sehingga daging yang dihasilkan halalan toyibban. Tolong kepada Disnak Prov. Jatim untuk selalu menginformasikan kepada masyarakat bahwa penyembeliham hewan qurban baik menjelang Idul Adha maupun hari biasa bahwa di Jatim dilakulan secara halal," tegasnya.
(KS-5)
Komentar