Luncurkan Empat Aplikasi Dorong Pengembangan Koperasi dan UKM di Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau salah satu produk UKM di Koperasi dan UMKM Expo di Surabaya, Rabu (7/8/2019).

KANALSATU - Di era digital seperti saat ini, penggunaan aplikasi teknologi perlu dilakukan. Termasuk dalam hal pengembangan koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Bertepatan dengan Puncak Acara Hari Koperasi (Harkop) Ke-72 Provinsi Jatim Tahun 2019, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan empat aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. "Perkembangan teknologi sekarang semakin pesat. Bentuk respon kami terhadap kemajuan teknologi itu ya dengan membuat empat aplikasi tersebut," kata Khofifah kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Adapun empat aplikasi tersebut antara lain Aplikasi Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (Sijawara) merupakan aplikasi berbasis android sebagai media pembelajaran Koperasi dan UKM.

Kemudian One Pesantren One Product (OPOP), adalah suatu program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan Santri, Pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.

Aplikasi lainnya yaitu JATIM ISO merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi produk e-commerce melalui berbagai pelatihan pengemasan dan pemasaran. "Ini semangat sekali. Jatim ISO menunjukkan bahwa kita itu sebetulnya bisa dan mampu. Aplikasi Jatim ISO ini sangat simple," ujarnya.

Yang terakhir adalah TOMIKO, aplikasi Toko Online Milik Koperasi berbasis android sebagai marketplace yang mempertemukan produk antar koperasi yang dikelola oleh Koperasi Sekunder.

Menurutnya, pengembangan Koperasi dan UKM tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak. Kolaborasi yang kuat diperlukan untuk bisa membangun akses dari UKM, IKM, dan Koperasi di Jatim.

Apalagi di era digitalisasi ekonomi, banyak sekali perdagangan yang dilakukan secara online. Para pelaku Koperasi, UKM, dan IKM harus banyak mendapatkan pendampingan dan kolaborasi.

"Yang sudah advance mendampingi yang belum. Kampus mendampingi human capitalnya, perbankan melakukan support permodalannya. Akses pasarnya oleh para pelaku perusahaan e-commerce," jelas gubernur perempuan pertama di Jatim.

Lebih lanjut disampaikannya, kolaborasi ini perlu dilakukan dengan semua lini. "Semua lini memang harus bergerak bersama dalam mengembangkan koperasi, UKM, maupun IKM. Kepada para pelaku perusahaan e-commerce diminta untuk melakukan pendampingan dan memastikan kualitas kontrol, kuantitas dan kontinyuitas dari koperasi, UKM, dan IKM jika diprediksi trend permintaan meningkat," tuturnya. (KS-5)
Komentar