Kenaikan Harga Cabe Rawit Lambungkan Inflasi Jatim

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono


KANALSATU - Pada Juli 2019 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, atau dari 135,36 pada bulan Juni 2019 menjadi 135,57 pada bulan Juli 2019 . Inflasi Jawa Timur pada Juli 2019 lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,31 persen.

Inflasi ini dipicu oleh naiknya harga cabe rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan pada bulan Juli harga cabai rawit naik drastis disebabkan oleh menipisnya pasokan yang ada di pasaran.

"Kenaikan harga cabai rawit membuat komoditas ini menjadi komoditas utama pendorong inflasi," ujarnya, Kamis (1/8/2019) di Surabaya. Komoditas lain yang menjadi pendorong inflasi adalah emas perhiasan yang masih mengalami kenaikan walaupun tidak setinggi bulan sebelumnya.

Harga daging ayam ras pada bulan Juli juga mengalami kenaikan setelah pada bulan sebelumnya sempat anjlok. Pada bulan ini harga daging ayam ras berangsur normal sehingga turut mendorong inflasi bulan Juli.

Selain komoditas-komoditas pendorong laju inflasi di atas, beberapa komoditas menjadi
penghambat terjadinya inflasi di bulan Juli 2019 ini. Tiga komoditas utama yang menghambat
terjadinya inflasi ialah tarif angkutan udara, tarif kereta api, dan tarif angkutan antar kota.

Tarif angkutan udara mengalami penurunan pada bulan Juli setelah pemerintah menurunkan tarif
pesawat berbiaya murah (low cos carrier/LCC) untuk beberapa rute penerbangan di hari-hari
yang telah ditentukan.

Komoditas yang juga mengalami penurunan harga adalah tarif kereta api. Setelah berakhirnya peak session pasca momen idul fitri dan libur sekolah, tarif kereta api kembali ke harga normal.

Hal yang sama juga terjadi pada tarif angkutan kota, yang juga kembali ke harga semula sehingga menjadi salah satu komoditas utama penghambat inflasi.

Penghitungan angka inflasi di delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur selama Juli 2019, enam kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kediri yaitu mencapai 0,44 persen, diikuti Banyuwangi sebesar 0,39 persen, Jember sebesar 0,24 persen, Malang 0,20 persen, Madiun 0,17 persen, dan Surabaya 0,11 persen.

“Dua  kota yang mengami deflasi adalah Sumenep sebesar 0,08 dan Probolinggo sebesar 0,05 persen,” ujar Teguh. (KS-5)
Komentar