Go Food Mudahkan Pelanggan dan Merchant Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai

KANALSATU – Menurut data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari sampah tersebut, 15 persen diantaranya berasal dari plastik sekali pakai yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Sehingga, penting bagi masyarakat untuk bisa mengendalikan penggunaan plastik yang berlebihan. Untuk itu, layanan pesan-antar makanan Go Food mendukung upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Chief Food Officer GOJEK Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, kontribusi ekonomi harus diiringi dengan nilai-nilai lebih lainnya, salah satunya adalah terus berupaya mendorong terwujudnya dampak-dampak sosial dan lingkungan. ”Kami berkomitmen untuk membuat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant kami, termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan,” ujar Catherine, Rabu (17/7/2019).

Dikatakan Chaterine ada dua inisiatif utama yang dilakukan Go Food. Pertama adalah pilihan untuk tidak memesan alat makan sekali pakai di dalam aplikasi. Kini, dengan memanfaatkan teknologi di platform Go-Food, pelanggan bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000.

Ini merupakan cara Go-Food mengajak masyarakat sebagai pelanggan setia GO-FOOD dan mitra merchant untuk mulai sadar lingkungan dari hal kecil yang dekat dengan perilaku konsumsi sehari-hari. Untuk mengetahui mitra merchant yang bergabung dalam program ini, pelanggan dapat melihat daftarnya di halaman aplikasi GO-FOOD. Saat ini, sudah ada lebih dari 750 outlet yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Kemudian yang kedua adalah Delivery Bag untuk pengemudi Gojek. ”Dari sisi driver, Go-Food juga akan menyediakan tas pengantaran makanan khusus yang desainnya lebih disempurnakan dari tas yang kami berikan ke driver sejak tahun lalu. Tas pengantaran makanan terbaru ini didesain dengan pengaturan kompartemen lebih baik agar bisa digunakan untuk menyimpan dan membawa makanan dengan aman, praktis, dan nyaman, serta membuat para driver untuk tidak perlu menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan,” ujarnya.

Sebelumnya, GOJEK secara aktif telah mendukung upaya pemerintah di berbagai daerah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Di Bali, GOJEK bersama Pemerintah Kota Denpasar telah menginisiasi program pelatihan khusus yang melibatkan ratusan mitra merchant dengan menggandeng pemerintah dan organisasi peduli lingkungan lokal untuk membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengurangi risiko penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan.

Inisiatif serupa juga telah dilakukan di Bandung. Melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) bersama jajaran pemerintah kota untuk mendukung keberhasilan Program Bandung Smart City, GOJEK membagikan 10.000 tote bag kepada mitra driver sehingga mereka bisa secara langsung mengurangi penggunaan kantong plastik untuk mengambil dan mengantar orderan sehari-hari.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan, pemerintah telah mempunyai kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dan mengakselerasi penerapannya untuk memastikan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di daerah. Ada 14 kota dan 1 provinsi (Bali) yang telah melarang penggunaan plastik sekali pakai.

”Oleh karena itu, KLHK mengapresiasi Go - Food sebagai aplikasi layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang mendukung upaya pemerintah untuk pengurangan sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dan kami sangat berharap semua pihak, produsen maupun konsumen dapat mengikuti jejak GOJEK untuk menjadi agen perubahan untuk hal ini,” kata Vivien.  

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, Imam Musthofa yang menyambut ajakan kolaborasi dari Go-Food.

”Kami menilai langkah yang diambil GOJEK melalui layanan Go-Food dengan dua fitur barunya yaitu memberikan pilihan untuk tidak memesan alat makan sekali pakai di dalam aplikasi dan pengadaan delivery bag untuk pengemudi GOJEK merupakan langkah tanggap dalam upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai. Sebagai dukungan terhadap GOJEK, WWF-Indonesia mengambil peran sebagai mitra pengetahuan (knowledge partner) dengan menyediakan sarana edukasi kepada merchant, driver, dan user untuk membangun kesadaran, perubahan perilaku, dan pada akhirnya membentuk kebiasaan peduli lingkungan dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai,” tambah Imam. (KS-5)

 

Komentar