Surabaya Rebut 1 Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu di Cabor Muaythai

PORPROV VI/2019 (Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro)

Ketua Muaythai Surabaya H Baso Juherman, memberikan surprise kepada Briant Jovanno pada upacara penghormatan pememang

KANALSATU -  Keberhasilan atlet Muaythai Surabaya, merebut 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu membuat pengurus terpacu untuk melakukan pembinaan dengan memperbanyak tempat latihan.

Ketua Umum MI Surabaya, H Andi Baso Juherman, mengatakan cabor Muaythai baru kali ini dipertandingkan di Porprov Jatim VI, sehingga ia bersama pengurus dan pelatih harus kerja ekstra keras untuk menyusun program latihan.

 "Persiapan untuk Porprov memang mepet, tapi ahamdulillan atlet kami bisa meraih medali. Walaupun saya berharap dua emas, tapi satu emas itu sudah bagus," kata Andi Baso Juherman. 

Usai Porprov, ia berjanji akan terus mengembangkan olahraga beladiri asal Negara Thailand ini, bahkan ia akan memperbanyak tempat latihan di Surabaya. "Selama ini kami berlatih di kawasan Thor dan setelah Porprov kita akan perbanyak camp (tempat latihan) untuk menjari atlet," katanya.

Selain itu ia berharap Pemkot Surabaya bisa memberikan izin agar GOR Pantjasila bisa digunakan untuk menggelar pertandingan Muaythai. "Saya berharap GOR Pantjasila bisa untuk menggelar pertandingan," katanya.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua Umum KONI Surabaya, Hoslih Abdullah berharap pada Porptov VII 2021, Muaythai bisa meningkatkan prestasinya. "Mereka yang berhasil meraih medali bisa dilatih lagi agar prestasinya meningkat," katanya.

Satu medali emas Muaythai Surabaya, diraih oleh Briant Jovanno dikelas 48 kg setelah menang atas Aldento Brillian Bara Pratama (Ngawi). Sedangkan dua perak diraih Fanny Setia Budi (51kg) setelah kalah dari Bangkit Surya Dewangga (Ngawi), kemudian Gala Bawafi Assegaf (63 kg) kalah dari Mujiono (Kabupaten Pasuruan). Sedangkan dua perunggu diraih Arvinda Ardha Yuanita (43kg) dan Handoyo Ganda S (60kg). (ks-6)

Komentar