Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih Atasi Kekeringan di Pacitan dan Ponorogo


KANALSATU - Guna mengatasi masalah kekeringan yang terjadi di beberapa tempat di Jatim, salah satunya di Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini terjun langsung ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan untuk menyalurkan truk tangki air bersih.

Di Kabupaten Pacitan, Gubernur Khofifah secara langsung menyalurkan 10 truk tangki air bersih dan 250 jirigen kepada warga di Dusun Dokwaru Ds. Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Sementara di Ponorogo, Gubernur Khofifah menyalurkan 10 truk tangki air bersih dan pemberian 200 jirigen di Dusun Banyuripan, Desa Duri, Kec. Slahung Kab. Ponorogo, Minggu (7/7/2019).

Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan memasak dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.

Pada saat melakukan kunjungan ke Pacitan, Gubernur Khofifah didampingi Bupati dan Wakil bupati Pacitan menyampaikan, bahwa kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Pacitan karena karakteristik tanahnya berbatu. Ditambah lagi sulitnya sumber mata air.

Sementara, di desa Bimo Kecamatan Punung yang dikunjunginya, warga yang mengandalkan air melalui perpipaan pun tidak mengalir sempurna. Seminggu terkadang hanya mengalir dua kali dalam jumlah yang terbatas dengan jumlah warga dusun sekitar 200 orang penduduk.

Akibat persoalan tersebut, ditakutkan munculnya wabah Hepatitis A. Sehingga perlu dilakukan langkah penanganan secara komperhensif dan terpadu.

Gubernur Khofifah pun menyampaikan, bahwa ada tiga hal yang menjadi fokus dalam mengatasi wabah Hepatitis A. Yakni pendistribusian air bersih, sanitasi dan penyuluhan kesadaran pola hidup sehat.

Pihaknya, minta agar OPD terkait segera turun tangan mengantisipasi jika sanitasi warga memerlukan intervensi dengan terlebih dahulu mengkordinasikan dengan pemkab yang bersangkutan. “Sedapat mungkin MCK Komunal akan diganti menjadi MCK Rumah Tangga. Septitank boleh komunal, namun MCK lebih baik jika berbasis rumah tangga,” terangnya.

Gubernur Khofifah yang hadir di tengah-tengah masyarakat pun menyampaikan, bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang. Namun, Pemprov Jatim segera melakukan langkah antisipasi awal dengan lebih strategis bersama Pemkab Ponorogo.

Khofifah menggambarkan, jika Pemprov Jatim mengirim dan menyiapkan air bersih lewat mobil tangki, warga yang tinggal di daerah yang mengalami kekeringan bisa menunggu di titik terdekat.

"Bentuk pelayanan seperti ini yang akan memudahkan masyarakat. Karena, kalau tangki mobil air memiliki keterbatasan waktu, namun jika sudah dipindah di tandon atau tangki air milik masyarakat akan lebih terjamin mendapatkan pasokan air bersih," ujarnya.

Ia menjamin, Pemprov Jatim akan memberikan pasokan air bersih lebih banyak guna mengantisipasi puncak kekeringan yang akan terjadi pada Agustus. "Kami terus mengantisipasi puncak kemarau yang akan terjadi di bulan Agustus mulai dari sekarang," jelasnya.

Sementara di Ponorogo sendiri telah dilakukan langkah pengeboran terhadap sumur yang berjarak 2 kilometer dari lokasi. Jika langkah tersebut berjalan sukses, maka langkah pipanisasi akan dilakukan untuk dihubungkan ke Dusun Banyuripan.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan,
saat ini, di wilayahnya terdapat 12 desa yang masih mengalami kekeringan. Sebelumnya terdapat di 18 desa.

Untuk itu, Pemkab Ponorogo akan terus berupaya untuk mendapatkan air melalui pengeboran sumur-sumur.

Ia menyebut, terdapat 59 desa yang krisis air karena debet air yang dihasilkan sedikit. Akan tetapi, Ipong bersama BPBD Kabupaten Ponorogo akan terus berupaya melakukan pengeboran dan mencari sumber air yang baru. (KS-5)
Komentar