Neraca Perdagangan Jatim Hingga Mei Masih Alami Defisit

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono


KANALSATU - Neraca perdagangan Jatim selama Januari-Mei 2019 masih mengalami defisit USD 1,43 Miliar. Hal ini disumbangkan oleh defisit sektor migas sebesar USD 1,35 Miliar dan sektor nonmigas juga mengalami defisit sebesar USD 72,37 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan neraca perdagangan Jatim selama Bulan Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar USD 249,84 juta. "Hal ini disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas, walaupun sektor non migas mengalami kinerja yang positif," kata Teguh di Surabaya, Senin (24/2019).

Surplus sektor nonmigas tidak sebesar minus dari sektor migas, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi defisit. Sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD 76,50 juta tetapi sektor migas mengalami defisit USD 326,34 juta.

Golongan barang yang memberi kontribusi terbesar pada ekspor nonmigas pada Bulan Mei adalah Perhiasan/permata sebesar USD 187,72 juta atau 10,90 persen. Kemudian disusul oleh kayu dan barang dari kayu sebesar USD 124,92 juta dan tembaga sebesar USD 123,56 juta.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Mei 2019 adalah Jepang, Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sedangkan untuk impor nonmigas Bulan Mei 2019 adalah golongan mesin-mwsin pesawat mekanik sebesar USD 192,50 juta. "Impor yang juga cukup besar adalah ampas/sisa industri makanan sebesar USD 121,79 juta dan golongan besi dan baja sebesar USD 117,22 juta. (KS-5)
Komentar