Aliran Dana Masuk ke Jatim Meningkat Setelah Lebaran

Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah saat Halal Bihalal, Selasa (11/6/2019).

KANALSATU - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur mencatat pergerakan uang kartal yang tinggi pada saat sebelum maupun setelah Lebaran. Bahkan setelah Lebaran ini diperkirakan, inflow atau pergerakan uang yang masuk ke BI melalui kegiatan penyetoran jauh lebih tinggi dibandingkan outflow atau uang yang keluar dari BI melalui kegiatan penarikan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Yudi Harymukti menambahkan pada sebelum Lebaran lalu, Jatim mengalami net outflow atau aliran uang yang keluar lebih banyak timbang yang masuk.

Mengacu pada data BI per 20 Mei 2019, tercatat ada arus uang yang keluar sebesar Rp 4,48 triliun, sedangkan arus yang masuk hanya Rp 2,5 triliun. Dari data itu, pada sebelum Lebaran Jatim mencatat net outflow sebesar Rp 1,98 triliun.

Kemudian setelah Lebaran, kondisi itu berbalik, sehingga aliran yang masuk jauh lebih tinggi dibandingkan uang yang keluar atau net inflow. ''Perkiraan kami, net inflow ini bisa berlangsung dalam 2-3 bulan setelah Lebaran,'' ujarnya di sela Halal Bihalal, Selasa (11/6/2019).

Kondisi tersebut terutama disebabkan Jatim sebagai pusat kegiatan ekonomi. Di mana terdapat industri maupun aktivitas ekonomi lain.

Di provinsi ini terdapat banyak eksporter yang dapat memicu net inflow. Begitu juga dengan warga Jatim yang bekerja di luar daerah asalnya yang mengirim uangnya ke rekeningnya di Jatim. " Selain itu ada juga orang luar Jatim yang berbelanja di sini," imbuhnya.

Pada Juni 2018 lalu atau saat menjelang Lebaran tercatat ada Rp 7,2 triliun arus kas keluar dan Rp 8,1 triliun arus kas masuk, sehingga Jatim mengalami net inflow sebesar Rp 9 miliar. Kemudian setelah Lebaran pada Juli 2018, Jatim mencatat net inflow lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Yakni kas keluar sebesar Rp 2,5 triliun, sedangkan kas masuk sebesar Rp 6,7 triliun, sehingga net inflow sebesar Rp 4,2 triliun.

Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah menuturkan pasca lebaran ini pihaknya melihat tingginya pergerakan uang yang masuk. Keyakinan akan tingginya inflow itu terlihat dari arus kunjungan masyarakat ke Jatim.

Terutama ditopang dengan infrastruktur jalan tol, sehingga meningkatkan konektivitas antar daerah. "Jalan tol sudah tersambung, sehingga beberapa tempat kian ramai. Seperti di tempat wisata di Batu yang saya kunjungi lalu, hampir semua plat mobil dari berbagai daerah ada di sana,'' katanya.

Tidak hanya uang kartal, transaksi non tunai juga lancar selama libur Lebaran lalu. Khususnya transaksi di jalan tol. (KS-5)
Komentar