Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Sasar Generasi Milenial

Kepala OJ K KR4, Heru Cahyono (dua dari kanan) dan Komisioner OJK, Ahmad Hidayat (dua dari kiri) saat peluncuran Akses Keuangan Syariah Melalui Gerakan Menabung Milenial dan Program Edukasi Keuangan Syariah (AKSI Gaul REK) di Surabaya, Kamis (23/5/2019).

KANALSATU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur mendorong pertumbuhan keuangan syariah di daerah dengan menyasar generasi milenial. Dengan mengenal layanan keuangan syariah sejak muda, diharapkan nantinya mereka bisa meningkat pemahamannya dan menjadi pengguna.

Kepala OJ K KR4, Heru Cahyono menyatakan kinerja perbankan syariah di Jawa Timur selalu mengalami peningkatan setiap tahun meskipun saat ini pangsa aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan di Jawa Timur masih mencapai 5,64 persen. Lebih rendah dari pangsa aset perbankan syariah secara nasional sebesar 5,95 persen. Pangsa perbankan syariah di Jawa Timur masih memiliki ruang pengembangan yang luas dengan mempertimbangkan potensi pengembangan industri keuangan syariah di Jawa Timur yang sangat besar, dengan jumlah penduduk muslim mencapai 97 persen.

Potensi pengembangan keuangan syariah di Jawa Timur yang besar tersebut belum tergarap secara maksimal dengan melihat fakta masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah sebesar 29,35 persen dan tingkat inklusi sebesar 12,21 persen. ”Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jawa Timur terhadap layanan keuangan syariah sudah cukup baik, namun sebagian besar masih belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah,” kata Heru seusai kegiatan Akses Keuangan Syariah Melalui Gerakan Menabung Milenial dan Program Edukasi Keuangan Syariah (AKSI Gaul REK) di Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Heru menambahkan, dari hasil survey keuangan OJK, tingkat inklusi keuangan syariah di umur milenial lebih rendah lagi. ”Karena itu kami berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah. Setelah nanti memahami, mereka akan menggunakan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jawa Timur, OJK KR 4 Jawa Timur bersama pegiat keuangan syariah menerbitkan buku edukasi keuangan syariah. Hingga saat ini sudah ada tiga seri buku edukasi keuangan syariah yaitu Buku Kumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah yang diluncurkan pada bulan Desember 2015, Buku Pintar Keuangan Syariah yang diluncurkan pada bulan Juni 2018 dan Buku Gaul Keuangan Syariah yang diluncurkan pada hari ini.

Penyusunan Buku Gaul Keuangan Syariah bertujuan agar generasi milenial yang merupakan calon-calon pemimpin baru dapat memiliki pemahaman yang cukup dalam bidang keuangan syariah. Buku ini disusun OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur bersama MUI Jawa Timur, ADPASI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI), Forum Dai Ekonomi Islam (FORDEIS), Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI), Kantor Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surabaya.

Komisioner OJK, Ahmad Hidayat pada kesempatan yang sama menambahkan, perlu ada terobosan agar keuangan syariah bisa lebih diminati. Misalnya saja dengan penggunaan teknologi seperti QR Code, aplikasi yang bisa diakses dari gadget dan lain-lain. ”Terobosan ini bisa membuat produk jasa keuangan syariah tidak kalah dengan konvensional. Termasuk peningkatan kompetensi SDMnya,” tutur Ahmad.

Selain peluncuran Buku Gaul Keuangan Syariah, kegiatan AKSI GAUL REK yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Milenial Modern Yang Cerdas Mengelola Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah” juga memiliki beragam rangkajan kegiatan, yaitu talkshow Halal Lifestyle bagi milenial, peluncuran tabungan berencana gerakan menabung milenial yang disingkat dengan nama Tabungan Gaul iB, peluncuran platform e-leaming keuangan syariah dengan sebutan Sharia-X, pemberian bantuan pendidikan dari 7 BPR Syariah di Jawa Timur kepada pelajar berprestasi serta pemberian penghargaan kepada Pendamping Program Akses Keuangan Syariah Untuk Masyarakat Mandiri berbasis Masjid (AKSI UMMAD). (KS-5)

 

Komentar