Gubernur Khofifah Minta PLN Jamin Tersedianya Listrik Saat Pemilu


KANALSATU - Pemilihan Umum serentak akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019. Dalam rangka menyukseskan agenda tersebut,  Perusahaan Listrik Negara ( PLN) diharapkan tersedianya aliran listrik terjamin.

Di Jatim terdapat sekitar 130. 010 tempat pemungutan suara ( TPS) yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Jatim termasuk di wilayah kepulauan. Setidaknya, satu TPS melayani 200-300 orang ,dimana untuk pemilihan sampai jam 12 siang.

"Dari jarak waktu tersebut, setidaknya PLN wajib menyediakan aliran listrik jam tersebut sampai dengan malam hari, karena penghitungan dan rekap bisa berlangsung sampai dini hari," kata
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menerima jajaran PLN Jatim di Gedung Negara Grahadi, Kamis(11/4/2019).

Khusus di TPS di wilayah kepulauan, wajib diantisipasi tersedianya aliran listrik. Karena beberapa wilayah kepulauan tidak ada akses listrik.

"Harus ada tenaga listrik pengganti agar berjalannya pemilu berjalan lancar, misalnya lampu tenaga surya. Hal ini juga harus diantisipasi oleh PLN," lanjutnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah menyoroti terkait akses jalan menuju TPS yang berbeda-beda kondisinya. Terkadang, akses jalan menuju TPS tidak ada layanan listrik.

Untuk menjaga keamanan, harus  diberikan penerangan karena apabila malam hari bisa terang. Sedangkan untuk TPS yang berada di sekolah pada saat pemilu, penerangan bisa menggunakan sumber listrik di tempat tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jatim juga akan mendukung aliran listrik yang ada di Pulau Madura. Selama ini, aliran listrik di Madura berada di wilayah selatan.

Apabila terdapat gangguan di wilayah selatan maka akan berpengaruh di seluruh Madura. Oleh sebab itu, dengan adanya ide dari PLN membangun jaringan listrik di wilayah utara Madura mendapatkan sinyal positif dari Gubernur Jatim.

"Apa yang diperlukan untuk memberikan penerangan bagi Madura akan saya dukung. Tentunya tujuannya untuk kemajuan Madura," tambahnya. (KS-5)
Komentar