Kampung KB Jadi Wahana Pemberdayaan Masyarakat

Pelatihan Membatik di Kampung KB Banyudono

KANALSATU – Kampung KB diharapkan akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur mengungkapkan kampung KB menjadi program inovatif yang strategis dalam mengejewantahkan program KKBPK secara paripurna di lapangan. Pasalnya, Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat.

“Manfaat kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan.  Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan,” jelas Yenrizal ditemui disela-sela acara Workshop Penulisan Analisis Lanjut SDKI 2017 dan SKAP 2018 di Hotel Premier Place, Sidoarjo (08/04).

Yenrizal mengungkapkan contoh memberdayakan potensi masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat yang nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut. Misalnya dengan pemberikan pelatihan kewirausahaan yang bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Contoh menggali potensi dan memberdayakan masyarakat adalah pelatihan batik yang dilakukan di Kampung KB Banyudono bulan lalu,” kata Yenrizal.

Selain pelatihan membatik, sambung Yenrizal, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Ponorogo juga akan memberikan pelatihan-pelatihan yang berbeda sesuai dengan potensi masing-masing kampung KB yang ada. Misalnya dengan pemberian pelatihan pertukangan, rias manten dan pemberian pelatihan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Terpisah, Penyuluh KB Pembina Kampung KB Kelurahan Banyudono Kabupaten Ponorogo, Ismiati mengungkapkan bahwa Dinas PP dan KB Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Ponorogo telah memberikan pelatihan membatik kepada 16 orang ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung KB Kelurahan Banyudono selama satu bulan atau tiga puluh hari mulai tanggal 15 Februari hingga 17 Maret 2019 lalu.

Ismiati menambahkan kegiatan membatik merupakan program andalan yang dikembangkan di Kampung KB Banyudono mengingat asal muasal batik Ponorogo berasal dari leluhur masyarakat Banyudono. Selain itu, pelatihan ini sebagai bentuk respon cepat dari Kampung KB Banyudono dalam menangkap peluang dimana Pemerintah Kabupetan Ponorogo akan mengembangkan batik Ponorogo dan sedang membangun kawasan Kampung Batik.

“Alhamdulillah, selama pelatihan kami sudah bisa menghasilkan32 lembar taplak meja dan 24 lembar bahan batik yang akan digunakan sebagai seragam para peserta dan para tutorial pelatihan ini,” sebut Ismiati.

Masih menurut Ismiati, setelah pelatihan selesai, ke-16 orang peserta ini tidak dilepaskan begitu saja, tetapi tetap mendapatkan pendampingan  dengan membentuk Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Rumah Batikku.

“Meski baru terbentuk, Alhamdulillah UPPKS Rumah Batikku sudah dibanjiri order mulai dari ibu-ibu PKK, para Penyuluh KB, Kepala Dinas PP dan KB beserta para pejabat bahkan Ibu Bupati Sri Wahuni Ipong Muchlissoni pun memesan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sejak dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat dan di tahun 2019 ini jumlahnya sudah mendekati angka 15 ribu kampong KB yang tersebar di seluruh Nusantara.K11

 

 

Komentar