Luncurkan LinkAja, Himbara Siapkan Masyarakat Menuju Cashless Society

Menteri BUMN Rini M. Soemarno menunjukkan aplikasi LinkAja saat Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (7/4/2019).

KANALSATU - Untuk mendukung kampanye Cashless Society, layanan LinkAja telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana pembayaran digital berbasis uang elektronik sejak 3 Maret 2019. LinkAja merupakan bentuk sinergi BUMN untuk menghadirkan layanan transaksi digital yang lebih baik, mudah, dan lengkap sehingga kehadiran BUMN benar-benar dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

"LinkAja adalah sistem pembayaran elektronik yang dikeluarkan Telkom bersama Himbara, Pegadaian, Pertamina. Jangan sampai kalah dengan yang dari luar seperti Alipay macam-macam, pakai LinkAja," kata
Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (7/4/2019) pagi.

Sebelumnya layanan TCASH milik Telkomsel telah berubah menjadi LinkAja sejak 22 Februari 2019. Saat ini aplikasi LinkAja sudah tersedia di Play Store untuk Android dan Apps Store untuk IOS dan dapat diunduh oleh seluruh masyarakat untuk digunakan sebagai sarana pembayaran elektronik.

Untuk masyarakat yang sebelumnya memanfaatkan layanan aplikasi pembayaran digital milik Himbara seperti E-Cash dari Bank Mandiri, TBank dari Bank BRI dan Uniqu dari Bank BNI, secara bertahap akan dimigrasikan ke dalam layanan LinkAja.

Demikian pula berbagai merchant dalam LinkAja secara bertahap akan semakin lengkap dengan kehadiran produk-produk BUMN yang dapat ditranksaksikan menggunakan LinkAja. Misalnya saja untuk pembayaran bahan bakar di SPBU milik Pertamina, pembelian tiket Kereta Api dan Damri, paket IndiHome dari Telkom, pulsa dari Telkomsel, produk asuransi milik Jiwasraya, produk farmasi Kimia Farma dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, selain memperkenalkan LinkAja, juga sekaligus menjadi rangkaian perayaan ulang tahun BUMN yang puncaknya akan diadakan pada 13 April 2019. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari gathering pegawai perusahaan-perusahaan milik Negara yang berada di wilayah Jawa Timur.

“Semua berkumpul bersama untuk mengikuti tasyakuran Kementerian BUMN yang pada 13 April mendatang akan memasuki usia yang baru. Mudah-mudahan festval rakyat ini dapat lebih mendekatkan badan usaha milik Negara dengan masyarakat Indonesia di berbagai lapisan sehingga BUMN dapat selalu hadir untuk negeri,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rangkaian festival Link Aja didahului dengan acara jalan sehat sejauh 5 kilometer, kemudian terdapat juga tausyiah dari KH. Agoes Ali Masyhuri, pengasuh pondok pesantren Bumi Shalawat.Sidoarjo.

Rini melanjutkan, Kementerian BUMN mendorong sinergi antar-BUMN dalam semangat “One Nation, One Vision, One Family for Excellence” untuk mengembangkan bisnis serta mendukung program pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia.

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-21, Kementerian BUMN bersama seluruh perusahaan BUMN menggelar sejumlah kegiatan sosial dan edukatif yang menarik sepanjang Maret - April 2019.

Kegiatan ini memiliki makna BUMN senantiasa memberikan kontribusi nyata yang sebesar-besarnya untuk negeri, di samping terus mendorong dirinya untuk menjadi pemain tingkat regional. Ia menjelaskan beberapa kegiatan sosial dan edukasi yang telah dilakukan, antara lain program BUMN Goes to Campus di perguruan tinggi Indonesia, Pangan Murah untuk Rakyat, serta Bersih-bersih Kampung Sehat di berbagai penjuru daerah.

Melalui program BUMN Goes to Campus telah melibatkan 27 BUMN serta 30.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, seperti Karawang, Riau, Tasikmalaya, Lampung, dan Padang. Program ini memuat agenda seperti CEO Talks, Kelas Kreatif, Magang dan Vokasi Bersertifikasi untuk 10 ribu mahasiswa, dan perekrutan bersama BUMN untuk 11 ribu orang.

Selain itu, terdapat pula aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat Indonesia yakni program Pangan Murah yang dilakukan oleh 38 BUMN dengan menyalurkan 600.000 paket di 56 kota dan kegiatan Bersih-bersih Kampung Sehat di 18 kota dengan melibatkan 11.000 warga. Gerakan ini merupakan bentuk aksi kepedulian dan berbagi kepada masyarakat karena tugas BUMN bukan saja mencari keuntungan tapi juga untuk dapat langsung membantu kepada masyarakat yang membutuhkan. (KS-5)
Komentar