Ekspor Perhiasan Jatim Mulai Merangkak Naik


KANALSATU - Ekspor perhiasan/permata Jawa Timur mulai menunjukkan peningkatan sepanjang Januari-Februari 2019. Pada 2017-2018 ekspor komoditas ini sempat anjlok.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, sepanjang Januari-Februari 2019 tercatat ekspor perhiasan/permata asal Jatim sebesar 600,42 ribu USD. Meski demikian, tren peningkatan itu belum bisa menyamai kinerja ekspor komoditas tersebut pada 2016 lalu.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jawa Timur Satriyo Wibowo mengatakan pada 2017 lalu ekspor perhiasan/permata turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana ekspor perhiasan permata sepanjang 2016 sebesar 4,161 miliar USD.

Kemudian pada 2017 hanya sebesar 2,16 miliar USD. Pada 2018, kinerja ekspor komoditas itu tercatat 2,99 miliar USD.

Sedangkan pada Februari 2019, ekspor perhiasan/permata sebesar 413,64 ribu USD yang naik 121,45 persen dibandingkan Januari 2019. ''Meski trennya membaik, tapi sebagai komoditas unggulan itu belum pulih sama seperti 2016 lalu,'' ujarnya, Jumat (15/3/3019).

Penurunan yang signifikan itu terutama dari kinerja ekspor perhiasan permata ke Swiss yang anjlok. Swiss ini merupakan pintu masuk ke pasar Eropa.

"Padahal Jatim ini muncul sebagai peringkat kedua nasional, karena ekspor perhiasan permata,'' lanjut Satriyo.

Ekspor perhiasan permata terbesar masih ke Singapura yang mencapai 148,5 juta USD. Urutan berikutnya ke Korea Selatan sebesar 90,79 juta USD, AS sebesar 19,28 juta USD dan Jepang sebesar 0,34 juta USD. ''Selain itu Jatim juga ekspor ke Timur Tengah,'' sebutnya.

Sementara itu, nilai ekspor Jawa Timur pada Februari 2019 mencapai 1,69 miliar USD atau naik 10,57 persen dibandingkan Januari 2019. ''Yang naik tajam ini khususnya migas yang sebesar 84,76 juta USD atau naik 79,53 persen dibandingkan Januari 2019,'' tuturnya.

Khusus untuk non migas sebesar 1,60 miliar USD atau naik 8,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara kumulatif, ekspor Januari-Februari 2019 yang sebesar 3,21 miliar USD jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar 3,26 miliar USD masih turun sebesar 1,31 persen.

''Selain perhiasan permata, komoditas utama pada Februari ialah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 108,09 juta USD serta kayu dan barang dari kayu sebesar 102,34 juta USD,'' paparnya.

Sementara itu berdasarkan negara tujuan, pada periode Januari-Februari, ekspor terbesar ke AS yang nilainya 419,81 juta USD, Jepang 375,15 juta USD dan ke Tiongkok 308,58 juta USD. Ekspor ke ASEAN sendiri sebesar 609,14 juta USD dan ekspor ke Uni Eropa sebesar 274,68 juta USD. (KS-5)


Komentar