Trump Tekan Korut Untuk Hentikan Program Nuklir Guna Keamanan Wilayah Udara Korut Untuk Penerbangan Sipil

Trump dan Jong Un (cr: ABS-CBN)

KANALSATU – Trump dikabarkan akan terus memblokade wilayah udara Korea Utara menjelang pertemuan kedua kepala negara tersebut yang akan diadakan pada 27-28 Februari 2019 di Hanoi, Vitnam, seperti diberitakan oleh Reuters pada 18/2

Sebelumnya pihak PBB melalui ICAO (International Civil Aviation Organization) yang mmiliki 192 negara anggota telah mengupayakan pengembangan kondisi penerbangan komersil Korea Utara dengan adanya diskusi dengan pihak Pyongyang dan  untuk membuka kembali wilayah udara Korea Utara untuk kepentingan bersama aviasi komersil.

Namun pihak AS tidak akan membiarkan ICAO untuk membuka wilayah udara Korut untuk penerbangan komersil sebelum pihak Pyongyang memastikan bahwa wilayah udara tersebut aman dari isu nuklir Korut.

Sampai saat ini seluruh penerbangan sipil yang melewati wilayah udara Korut harus memutar guna menghindari wilayah udara Korut dikarenakan adanya isu pengembangan roket nuklir yang dilakukan oleh pihak Korut yang bisa membahayakan penerbangan komersil.

Bahkan beberapa isu beredar bahwa banyak saksi mata dari pihak penumpang penerbangan komersil yang mengaku melihat adanya aktivitas peluncuran rudal di wilayah Korut ketika penerbangan komersil terbang dekat dengan area udara Korut.

Pihak Washington ingin memastikan dalam pertemuan berikutnya dengan pemimpin Korut bahwa Pyongyang akan memberi jaminan untuk 100% meninggalkan program misil nuklirnya.

Hanya dengan demikian maka AS akan setuju untuk memberi lampu hijau pada penerbangan komersil untuk melewati wilayah udara Korut.

Jika hal ini terjadi maka pihak penerbangan komersil internasional mampu mengurangi cost yang selama ini dikeluarkan untuk memutar wilayah udara Korut. Penerbangan antara Eropa-Asia-Amerika Utara akan menjadi lebih efisien. (FA)

 

 

Komentar