Joko Driyono jadi tersangka, PSSI didesak siapkan KLB

KANALSATU -  Belum genap sebulan menjabat Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus gugaan Match Fixing pada persepak-bolaan nasional. Joko menjabat Plt Ketua Umum PSSI sejak 20 Januari 2019, setelah Ketum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan mundur pada Konggres PSSI di Bali. 

Joko Driyono yang akrab disapa Jokdri ini ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor di bekas kantor PT Liga Indonesia di Kuningan, Jakarta pada Kamis (14/2). Pria asal Ngawi yang memulai debutnya di persepak-bolaan nasional mnajer di klub Pelita Kratau Steel itu menjadi tersangka ke-15 sejak dibentuknya Satgas Anti Mafia Bola. Belasan lainnya sudah ditahan.

Atas dasar penetapan Jokdi sebagai tersangka ini, sejumlah pihak mendesak agar PSSI segera mengambil langkah untuk menentukan pengganti Joko guna mempersiapkan terselenggaranya Konggres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketum PSSI definitif.

Satgas Anti Mafia Bola juga didesak untuk terus melakukan pengembangan kasus Match Fixing di dunia sepakbola nasional, sehingga bersih-bersih terhadap kejahatan manipulasi pertandingan sepakbola bisa terwujud. Sementara stakeholder sepakbola Indonesia juga didesak untuk segera menginisiasi langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan PSSI, diantaranya melalui KLB. (lh)

 

Komentar