Khofifah IP, setelah tiga kali kontestasi

Gubernur Jatim 2019 – 2024

KANALSATU – Setelah dua kali gagal pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 2008 dan 2013, Khofifah Indar Parawansa akhirnya dilantik sebagai Gubernur Jatim Periode 2019 – 2024, setelah sebelumnya berhasil memenangkan kontestasi pada Pilgub ketiga yang diikutinya pada 2018 melawan pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Elestianto Dardak (sebagai Wakil Gubernur) resmi dilantik  oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2/2019). Kesesokan harinya pada 14 Februari 2019, pasangan Gubernur dan Wakil itu resmi memasuki Gedung Negara Grahadi di Surabaya dengan dikirap oleh ribuan warga, sebagai penanda dimulainya bekerja.

Khofifah Indar Parawansa – menurut Wikipedia, lahir di Surabaya,  19 Mei 1965. Sebelumnya Khofifah menjabat sebagai Menteri Sosial Indonesia ke-27 yang dijabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018. Juga pernah menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ke-5 pada Kabinet Persatuan Nasional.

Khofifah meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Dia hampir menghabiskan waktunya di Surabaya hingga lulus Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991). Menamatkan sekolah dari SD Taquma (1972-1978), SMP Khadijah – Surabaya (1978-1981), SMA Khadijah – Surabaya (1981-1984). Setelah di Jakarta Khofifah berhasil menempuh Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997).

Pasa usia yang masih sangat muda, yakni 27 Tahun, Khofifah sudah menjabat Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI (1992–1997). Juga Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995–1997). Setelah terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI, Khofifah sempat menjabat Wakil Ketua DPR RI (1999), Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI (1999), Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999–2001), Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999–2001), Ketua Komisi VII DPR RI (2004–2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004–2006), dan Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014–2018).(lh)

Komentar