Ledakan Bom di Kashmir Tewaskan 44 Polisi India

Suasana Pulwama Setelah Bom Meledak (cr: Washington Post)

KANALSATU – Sebuah bom mobil bunuh diri meledak di distrik Pulwama, Kashmir pada 14/2 menewaskan 44 polisi India.

Seperti diberitakan Reuters, kelompok ekstrimis Islam yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammad (JEM) mengaku bertanggung jawab atas serangan ini seperti telah dikonfirmasi oleh kantor berita lokal GNS.

JEM melakukan serangan terhadap konvoi patroli Kepolisian Cadangan Pusat(CRPF) yang sedang melintas di jalan tol utama.

Suara ledakan bahkan terdengar hingga radius beberapa kilometer dari pusat ledakan. Menurut saksi mata ketika ledakan terjadi terlihat potongan tubuh dan darah yang berceceran sejauh radius 100 meter di jalan tol.

Sebelumnya, pada hari Rabu 13/2 terjadi ledakan yang ditujukan pada salah satu sekolah di Pulwama yang melukai sekitar 12 siswa.

Seperti diketahui, Kashmir merupakan daerah yang masih menjadi rebutan antara India dan Pakistan. Namun Pulwama merupakan daerah Jammu dan Kashmir yang dikuasai India.

Pemerintah India secara sporadis telah melawan gangguan teroris dari pihak militan Islamis Pakistan sejak 1989 yang telah menewaskan puluhan ribu korban. Namun serangan bom mobil merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Bahkan serangan besar terakhir kali pada 2016 menewaskan 20 polisi India. India dalam dua kasus ini menuduh Pakistan adalah dalang dari serangan-serangan ini.

Pihak Pakistan sendiri membantah tuduhan tersebut. PM India Narendra Modi mengucapkan dalam cuapannya di Twitter. “Serangan terhadap CRPF di Pulwama adalah tindakan yang tercela. Kita semua berdiri bersama para korban yang gagah berani yang telah gugur. Dan saya berharap semoga yang terluka akan segera pulih”.

Jaish-e-Mohammad sendiri merupakan salah satu kelompok militan Muslim Kashmiri terkuat yang beroperasi di Kashmir-Pakistan. Mereka dituduh sebagai dalang penyerangan terhadap parlemen India pada 2001 yang berakibat penempatan kekuatan militer India untuk menjaga perbatasan di Kashmir. (FA)

 

Komentar